Indonesia dan China kembali memperkuat kerja sama ekonomi melalui China–Indonesia Two Countries Twin Parks (TCTP) Investment Promotion Conference di Xiamen, bagian dari rangkaian China International Fair for Investment and Trade (CIFIT) 2026.
Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pengelola kawasan industri, dan pelaku usaha kedua negara untuk mendorong investasi, memperkuat rantai pasok, mengembangkan kawasan industri, serta memperluas transfer teknologi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto diwakili Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon. Hadir juga Vice Minister of Commerce sekaligus Deputy China International Trade Representative Ling Ji dan Vice Governor of Fujian Provincial People’s Government Zhao Zenglian.
Ali mengatakan TCTP diarahkan untuk membuat hubungan ekonomi Indonesia-China lebih konkret, termasuk melalui peningkatan investasi, konektivitas industri, transfer teknologi, penciptaan nilai tambah, dan lapangan kerja.
Program tersebut diperkuat melalui Joint Statement Indonesia-China pada 9 November 2024 dan Memorandum on Two Countries Twin Parks Cooperation Project pada 25 Mei 2025 yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ministry of Commerce of the People’s Republic of China (MOFCOM), dan Pemerintah Provinsi Fujian.
Percepatan fasilitasi investasi
Dalam forum promosi investasi, KEK Industropolis Batang, KEK Tanjung Lesung, dan Bintan Industrial Estate mempresentasikan peluang serta proyek kepada investor China. Kegiatan business matching juga mempertemukan calon mitra dari kedua negara.
Sejumlah MoU kemudian ditandatangani dengan indikasi komitmen bisnis sekitar RMB19,4 miliar atau Rp51 triliun. Sebelumnya, 30 MoU dalam kerangka TCTP telah mencatat komitmen sekitar Rp37,1 triliun. Tambahan terbaru membuat total komitmen bisnis TCTP mencapai sekitar Rp88,1 triliun.
Ali menegaskan pemerintah akan mengawal komitmen tersebut hingga menjadi investasi yang berkelanjutan.
“Yang terpenting setelah penandatanganan adalah memastikan setiap komitmen dapat ditindaklanjuti menjadi proyek yang konkret. Pemerintah akan terus memfasilitasi komunikasi antara investor, pengelola kawasan, dan kementerian atau lembaga terkait agar hambatan investasi dapat diselesaikan secara cepat dan terkoordinasi.”
Keikutsertaan Indonesia dalam CIFIT 2026 juga dimanfaatkan untuk membangun jaringan dengan pemerintah daerah, lembaga promosi investasi, perguruan tinggi, dan perusahaan potensial di China.
Kedua negara selanjutnya akan memperkuat TCTP melalui promosi bersama, percepatan fasilitasi investasi, kerja sama antarkawasan industri, serta pelaksanaan proyek yang mendukung transformasi ekonomi dan industri.




















