BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia-Kanada perkuat perdagangan dan investasi lewat ICA-CEPA
Di sektor pangan dan energi, Indonesia dan Kanada menjajaki investasi Potash untuk mendukung kebutuhan pupuk nasional serta kerja sama minyak dan gas.
Indonesia-Kanada perkuat perdagangan dan investasi lewat ICA-CEPA
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Toronto. / Dok. Ekon RI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Toronto untuk memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi kedua negara. Pertemuan berlangsung di sela Canada Investment Summit pertama pada Kamis (17/9).

Pertemuan tersebut menindaklanjuti komunikasi Presiden Prabowo Subianto dengan PM Carney pada Juni lalu mengenai perluasan perdagangan dan investasi, serta mendorong penerapan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) setelah proses ratifikasi kedua negara selesai.

Airlangga berharap perjanjian tersebut segera berlaku sehingga dapat dimanfaatkan pelaku usaha, terutama di sektor pangan, energi, dan mineral kritis.

"Kami mengapresiasi penyelenggaraan Canada Investment Summit yang pertama ini sebagai bentuk komitmen kuat Pemerintah Kanada dalam menggalang investasi global. Indonesia siap menjadi mitra strategis Kanada dan terbuka untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor unggulan kedua negara," ujar Menko Airlangga.

Kedua pihak juga membahas posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar di ASEAN dan mitra strategis Kanada dalam memperkuat keterlibatan di kawasan Indo-Pasifik.

Di sektor pangan dan energi, Indonesia dan Kanada menjajaki investasi Potash untuk mendukung kebutuhan pupuk nasional serta kerja sama minyak dan gas. Pembahasan mineral kritis juga diarahkan pada pembangunan rantai pasok yang aman dan berkelanjutan. Indonesia turut mendorong kolaborasi energi nuklir, termasuk pengembangan ekosistem Small Modular Reactor (SMR).

Sebelumnya, Airlangga juga bertemu Menteri Perdagangan Internasional Kanada Maninder Sidhu pada Senin (14/9) untuk membahas percepatan implementasi ICA-CEPA. Kesepakatan yang ditandatangani pada September 2025 itu ditargetkan diterapkan pada akhir 2026.

ICA-CEPA diproyeksikan meningkatkan ekspor Indonesia ke Kanada hingga $11,8 miliar pada 2030. Perjanjian tersebut mencakup penghapusan atau pengurangan tarif untuk lebih dari 90 persen produk Indonesia dan hampir 86 persen produk Kanada.

Hilirisasi mineral kritis, energi bersih, agrifood, dan infrastruktur digital menjadi sektor yang berpotensi mendapat manfaat. Perdagangan kedua negara tercatat tumbuh rata-rata 9,13 persen per tahun sejak 2021. Kedua negara juga akan menangani tantangan standardisasi, logistik, dan penguatan kapasitas UMKM. 

TerkaitTRT Indonesia - Ratifikasi selesai, Indonesia dan Kanada percepat implementasi ICA-CEPA akhir tahun ini
SUMBER:TRT Indonesia