BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Bank Indonesia: Utang luar negeri Indonesia capai $454,8 miliar pada Juli 2026
Utang luar negeri pemerintah tercatat $218,4 miliar, meningkat 3,2 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut terutama dipengaruhi arus dana yang masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional.
Bank Indonesia: Utang luar negeri Indonesia capai $454,8 miliar pada Juli 2026
Utang luar negeri pemerintah tercatat $218,4 miliar, meningkat 3,2 persen secara tahunan. / Reuters

Posisi utang luar negeri Indonesia mencapai $454,8 miliar pada Juli 2026, naik tipis dari $454,5 miliar pada Juni, menurut data Bank Indonesia (BI).

Secara tahunan, utang luar negeri meningkat 4,9 persen. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan kenaikan tersebut terutama berasal dari sektor publik, sementara utang luar negeri swasta mengalami penurunan.

“Perkembangan ini terutama didorong oleh peningkatan utang luar negeri publik di tengah penurunan utang luar negeri swasta,” kata Denny dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (15/9).

Utang luar negeri pemerintah tercatat $218,4 miliar, meningkat 3,2 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut terutama dipengaruhi arus dana yang masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional.

Dana tersebut digunakan untuk mendukung sejumlah sektor melalui APBN, termasuk kesehatan dan layanan sosial sebesar 22 persen, administrasi pemerintahan 20,7 persen, pendidikan 16,2 persen, konstruksi 11,5 persen, serta transportasi dan pergudangan 8,5 persen.

“Pemerintah tetap berkomitmen menjaga kredibilitas dengan memenuhi pembayaran pokok dan bunga tepat waktu serta mengelola utang luar negeri secara hati-hati, terukur dan fleksibel untuk memastikan pembiayaan yang efisien dan optimal,” ujar Denny.

Sementara itu, utang luar negeri sektor swasta turun 1,2 persen secara tahunan menjadi $194,5 miliar. Penurunan terjadi baik pada perusahaan nonkeuangan sebesar 1,4 persen maupun perusahaan keuangan sebesar 0,3 persen.

Sektor manufaktur, jasa keuangan dan asuransi, listrik dan gas, serta pertambangan menyumbang 80,6 persen dari total utang luar negeri swasta. BI mencatat utang swasta masih didominasi pinjaman berjangka panjang.

Pada Juli, rasio utang luar negeri terhadap produk domestik bruto (PDB) berada di level 30,7 persen. BI menilai struktur utang luar negeri tetap sehat karena sebagian besar merupakan utang jangka panjang.

BI bersama pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk menjaga struktur utang luar negeri dan mengantisipasi risiko terhadap stabilitas ekonomi.

“Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan berbagai risiko yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi,” kata Denny.

TerkaitTRT Indonesia - Cadangan devisa naik $146,5 miliar pada Agustus 2026, BI: Ketahanan eksternal tetap solid


SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Indonesia dan India perkuat kerja sama telekomunikasi hingga teknologi 6G
Grab akuisisi saham mayoritas Atome Financial senilai Rp26,36 triliun
Indonesia bangun pusat bioetanol di Lampung, target produksi komersial 60 ribu kiloliter
Indonesia dan Bulgaria perkuat kerja sama perdagangan dan investasi
Indonesia jajaki PTA dengan Mercosur demi rintis jalan menuju CEPA
Pasar stabil meski pergantian mendadak Menkeu, Suahasil tegaskan jaga kredibilitas APBN
AS resmi tetapkan bea masuk tinggi untuk impor panel surya dari Indonesia
Indonesia dan China percepat kerja sama energi baru, ekspansi dari PLTS hingga manufaktur
Indonesia dan AS dorong kerja sama ekonomi kreatif jelang WCCE 2026
Kadin buka peluang investasi Swedia di Indonesia, soroti IEU-CEPA dan OECD
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak, ICP Indonesia jadi $89,43 per barel
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun
Indonesia dan Australia mulai evaluasi total perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA
Pemerintah perluas inklusi keuangan melalui penyediaan rekening bagi masyarakat
Kemenkeu pastikan siap tanggung utang Kereta Cepat Whoosh tanpa investor luar
Cadangan devisa naik $146,5 miliar pada Agustus 2026, BI: Ketahanan eksternal tetap solid
Ekspor sawit dorong kinerja perdagangan RI, nilai non migas tembus $160 miliar