BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia dan China percepat kerja sama energi baru, ekspansi dari PLTS hingga manufaktur
Indonesia dan China makin gencar memperluas kerja sama energi terbarukan, mulai dari proyek PLTS terapung besar hingga manufaktur baterai dan kendaraan listrik di Tanah Air.
Indonesia dan China percepat kerja sama energi baru, ekspansi dari PLTS hingga manufaktur
China dan Indonesia perluas kerja sama sektor energi baru. Foto: Xinhua

Indonesia dan China terus mengakselerasi kerja sama di sektor energi baru dan terbarukan (EBT) guna mempercepat transisi energi nasional. Kolaborasi ini kini mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pengembangan rantai pasokan, hingga sektor manufaktur.

Komitmen tersebut terlihat pada ajang Pameran Industri Energi Internasional (Taiyuan) China 2026 di Provinsi Shanxi, di mana delegasi Indonesia hadir untuk pertama kalinya. Forum internasional ini menjadi ajang strategis bagi pelaku industri EBT kedua negara untuk menjajaki teknologi terbaru.

Provinsi Shanxi, lokasi digelarnya pameran, merupakan pusat energi utama China yang telah berhasil mentransisi sistem energinya. Pada 2025, kapasitas terpasang energi bersih di Shanxi mencapai 90,48 juta kilowatt (55,1 persen dari total pembangkit), untuk pertama kalinya melampaui porsi pembangkit listrik tenaga batu bara.

Kerja sama Indonesia dan China di sektor energi terbarukan sendiri telah membuahkan hasil nyata lewat beberapa proyek infrastruktur strategis nasional. Salah satunya adalah PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat berkapasitas 192 megawatt yang dibangun oleh PowerChina. Proyek ini resmi beroperasi penuh sejak 2023 untuk memasuk listrik bersih ke jaringan Jawa-Madura-Bali.

Selain itu, PLTS Karawang berkapasitas 100 megawatt yang mulai dioperasikan pada 2024 kini mampu menghasilkan lebih dari 150 juta kWh listrik bersih per tahun. Proyek ini sanggup memenuhi kebutuhan energi 112.000 rumah tangga sekaligus menekan emisi karbon hingga 114.700 ton per tahun.

Sinergi kedua negara kini mulai bergeser dari sekadar pembangunan proyek menjadi pengembangan ekosistem manufaktur dalam negeri. Pemerintah Indonesia berupaya memanfaatkan transfer teknologi China guna mempercepat produksi sel surya, modul, hingga sistem penyimpanan energi (storage).

Sektor baterai dan kendaraan listrik berbasis investasi China juga tumbuh pesat di Tanah Air. Langkah ini sejalan dengan strategi nasional untuk mengubah posisi Indonesia dari sekadar eksportir bahan mentah menjadi hub manufaktur dan pengolahan EBT global.

Melalui Forum Energi China-Indonesia, kedua pihak berkomitmen mengoptimalkan potensi EBT Indonesia yang melimpah—seperti tenaga surya, air, dan panas bumi—lewat dukungan teknologi matang dari mitra China.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia tawarkan proyek PLTS 100 GW kepada investor China
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun
Indonesia dan Australia mulai evaluasi total perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA
Pemerintah perluas inklusi keuangan melalui penyediaan rekening bagi masyarakat
Kemenkeu pastikan siap tanggung utang Kereta Cepat Whoosh tanpa investor luar
Cadangan devisa naik $146,5 miliar pada Agustus 2026, BI: Ketahanan eksternal tetap solid
Ekspor sawit dorong kinerja perdagangan RI, nilai non migas tembus $160 miliar
Industri galangan kapal Indonesia jadi sasaran investasi perusahaan Korea Selatan
Indonesia bidik investor Jepang, percepat pembangunan infrastruktur nasional
Prabowo dorong Danantara dan Rusia biayai proyek strategis
BI guyur insentif likuiditas demi dongkrak kredit perbankan
Kadin Indonesia-Singapura perkuat kerja sama akses UMKM ke pasar ASEAN
Setengah dari pasokan minyak dunia berasal dari kawasan konflik
Neraca perdagangan Indonesia surplus $3,70 miliar hingga Juli 2026
Indonesia tawarkan 32 proyek strategis senilai Rp207 triliun ke investor Jepang
Penyaluran biodiesel B50 di Indonesia capai 80 persen, targetkan 100 persen pada Oktober
Indonesia dan Cili dorong perdagangan dua arah melalui IC-CEPA
Kemen ESDM resmikan proyek gasifikasi batubara di Kutai Timur demi tekan impor
Indonesia-Singapura resmikan transaksi mata uang lokal, perkuat integrasi keuangan ASEAN