BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Cadangan devisa naik $146,5 miliar pada Agustus 2026, BI: Ketahanan eksternal tetap solid
Tren ini ditopang oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Ini juga uga dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Cadangan devisa naik $146,5 miliar pada Agustus 2026, BI: Ketahanan eksternal tetap solid
BI menyebut cadangan devisa berada di level 146,5 miliar dolar AS pada Agustus 2026. /Reuters

Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia kembali mencatat penguatan pada akhir Agustus 2026, seiring dukungan arus masuk devisa dan strategi stabilisasi nilai tukar di tengah ketidakpastian pasar global yang masih tinggi.

Dalam pernyataan resminya, otoritas moneter menyebutkan bahwa cadangan devisa berada di level 146,5 miliar dolar AS, naik dari 145,3 miliar dolar AS pada akhir Juli 2026.  “Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 tetap terjaga sebesar 146,5 miliar dolar AS.” bunyi pernyataan itu.

Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Di saat yang sama, posisi cadangan juga dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah serta langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi di pasar valuta asing, sebagai respons terhadap volatilitas global yang masih tinggi.

TerkaitTRT Indonesia - Bank Indonesia perluas opsi mata uang devisa ekspor selain dolar AS

Dari sisi ketahanan eksternal, cadangan devisa tersebut dinilai cukup kuat. Posisi akhir Agustus 2026 setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor, atau 5,3 bulan impor jika termasuk pembayaran utang luar negeri pemerintah. 

Angka ini berada di atas standar kecukupan internasional yang umumnya berada di sekitar tiga bulan impor, memberikan bantalan yang relatif aman bagi perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia menilai kondisi ini masih konsisten dengan ketahanan sektor eksternal yang solid. Dalam keterangannya, BI menyebut bahwa posisi tersebut “berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor” dan tetap mampu menopang stabilitas makroekonomi serta sistem keuangan nasional.

Ke depan, BI memperkirakan ketahanan eksternal akan tetap terjaga, ditopang oleh level cadangan devisa yang memadai serta potensi arus masuk modal asing, seiring persepsi investor yang masih positif terhadap prospek ekonomi Indonesia dan daya tarik imbal hasil investasi domestik.

Bank Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas eksternal. Lembaga tersebut menyatakan bahwa koordinasi kebijakan akan terus diperkuat guna memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

TerkaitTRT Indonesia - Pariwisata Indonesia catat devisa $8,43 miliar di H1, pemerintah siapkan target ambisius 2027
SUMBER:TRT Indonesia