Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menerima kunjungan kehormatan Menteri Pendidikan Kerajaan Arab Saudi, Yousef Abdullah Al-Benyan, beserta jajaran di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Rabu (2/9).
Indonesia dan Arab Saudi memperkuat kerja sama pendidikan, termasuk menyediakan sekitar 1.000 beasiswa bagi pelajar Indonesia untuk tahun akademik 2026–2027.
Menko PMK Pratikno mengatakan kedua negara membahas pertukaran mahasiswa dan dosen, joint supervision, joint degree, joint research, peningkatan kapasitas guru, serta beasiswa.
“Kami membahas beberapa hal yang bisa kita lakukan segera, terutama untuk lembaga pendidikan tinggi, seperti pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, joint supervision, joint degree, dan joint research,” kata Pratikno.
Menteri Pendidikan Arab Saudi Yousef bin Abdullah Al-Benyan mengatakan lebih dari 1.000 beasiswa tersedia bagi masyarakat Indonesia. Sekitar 50 persen dari kuota tersebu telah digunakan.
Selain beasiswa, kedua negara memperluas kolaborasi di bidang pendidikan tinggi, sains, teknologi, riset bersama, pendidikan digital, dan mobilitas akademik.
Perluas riset akademik
Hingga 2026, terdapat 95 dokumen kerja sama aktif antara perguruan tinggi Indonesia dan Arab Saudi. Kerja sama tersebut mencakup penelitian bersama, pengembangan kurikulum, pertukaran dosen, serta visiting professor.
Wamendiktisaintek Fauzan mengatakan kolaborasi akan terus diperluas, termasuk dalam bidang STEM dan sektor yang menjadi prioritas kedua negara.
“Ke depan, kami akan terus mendorong lebih banyak kolaborasi antara perguruan tinggi Indonesia dengan pemangku kepentingan dari Arab Saudi, termasuk di bidang STEM dan prioritas nasional kedua negara,” ujar Fauzan.
Arab Saudi juga berencana melakukan asesmen terhadap sekitar tiga hingga lima perguruan tinggi Indonesia untuk menjadi mitra penelitian bersama. Langkah tersebut melanjutkan program matchmaking yang menghubungkan 11 perguruan tinggi Indonesia dengan 15 universitas Arab Saudi.
Pemerintah Indonesia mendorong pemanfaatan kuota beasiswa secara strategis, terutama untuk mendukung pendidikan doktoral dosen pada sektor prioritas.
Sejumlah kemitraan telah berjalan, termasuk antara Universitas Negeri Surabaya dan Saudi Electronic University serta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan King Saud University.
Penguatan kerja sama ini diharapkan memperluas pengembangan talenta, riset, ilmu pengetahuan, dan teknologi sekaligus mempererat hubungan bilateral Indonesia-Arab Saudi.
























