DUNIA
2 menit membaca
ASEAN dan Australia perkuat komitmen traktat perdamaian di tengah dinamika Indo-Pasifik
ASEAN dan Australia sepakat memperkuat Traktat Persahabatan dan Kerja Sama (TAC) demi menjaga stabilitas kawasan, mencegah konflik, serta bersiap mengadopsi resolusi peringatan 50 tahun TAC di Sidang Majelis Umum PBB.
ASEAN dan Australia perkuat komitmen traktat perdamaian di tengah dinamika Indo-Pasifik
Sekjen ASEAN dan Menlu Australia bahas penguatan kemitraan strategis serta isu regional. Foto: ASEAN

Para menteri luar negeri negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) bersama Australia secara resmi mengadopsi pernyataan bersama terkait Traktat Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia/TAC). Kesepakatan tersebut diumumkan menyusul pertemuan ASEAN Post-Ministerial Conference (PMC) yang digelar di Manila, Filipina.

Langkah ini menegaskan kembali peran TAC sebagai fondasi utama dalam menjaga arsitektur keamanan, stabilitas, dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik.

Di tengah dinamika geopolitik global, ASEAN dan Canberra sepakat untuk tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip Piagam PBB serta hukum internasional. Kemitraan ini turut menekankan pentingnya sentralitas ASEAN dalam membangun tatanan kawasan yang terbuka, transparan, dan inklusif.

Melalui dokumen ASEAN-Australia Joint Foreign Ministers' Statement on the TAC, kedua pihak menyatakan dukungan penuh untuk mengadopsi resolusi bersama di Sidang Majelis Umum PBB ke-80. Resolusi ini dipersiapkan secara khusus guna memperingati 50 tahun berlakunya traktat bersejarah tersebut.

Selain itu, kemitraan strategis ini mendorong operasionalisasi pedoman keterlibatan (Guidelines on the Modalities for Engagement) dengan Negara Pihak Tinggi (High Contracting Parties) di bawah TAC. Skema ini dirancang untuk memperluas jangkauan diplomasi, terutama dengan negara-negara yang belum menjalin hubungan formal dengan ASEAN.

Kedua pihak menggarisbawahi bahwa prinsip-prinsip TAC harus tetap menjadi kompas utama dalam merespons ancaman keamanan non-tradisional dan perkembangan teknologi baru.

Dengan komitmen pencegahan konflik yang kuat, traktat ini diharapkan terus menjadi pilar perdamaian berkelanjutan demi menopang pertumbuhan dan kemakmuran ekonomi kawasan.

TerkaitTRT Indonesia - RI, Jepang, dan Australia sepakat perkuat kerja sama pertahanan dalam pertemuan trilateral perdana
SUMBER:TRT Indonesia