ASIA
2 menit membaca
Indonesia, Malaysia, dan Singapura sepakat jaga Selat Malaka tetap aman dan terbuka
Tiga negara pantai menegaskan komitmen menjaga Selat Malaka dan Selat Singapura tetap terbuka dan aman, menopang seperempat arus perdagangan maritim dunia.
Indonesia, Malaysia, dan Singapura sepakat jaga Selat Malaka tetap aman dan terbuka
Pelabuhan Belawan difoto di Selat Malaka. / َAA

Indonesia bersama Malaysia dan Singapura kembali mempertegas komitmen untuk menjaga kawasan Selat Malaka dan Selat Singapura (Straits of Malacca and Singapore/SOMS) tetap bebas, aman, dan terbuka bagi pelayaran internasional.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam Forum Kerja Sama (Co-operation Forum) ke-17 yang diselenggarakan di Singapura, sebagaimana dilaporkan kantor berita Anadolu Agency.

Dalam pertemuan itu, ketiga negara pantai (littoral states) menegaskan kembali status SOMS sebagai selat untuk navigasi internasional dengan penerapan hak lintas transit (transit passage).

Prinsip tersebut sejalan dengan ketentuan Konvensi Hukum Laut PBB 1982 (United Nations Convention on the Law of the Sea/UNCLOS 1982) serta hukum kebiasaan internasional.

Selain tanggung jawab ketiga negara tetangga, forum turut menggarisbawahi pentingnya peran negara-negara pengguna (user states), organisasi internasional, hingga pelaku industri maritim global.

Keterlibatan seluruh pihak dinilai krusial dalam berbagi tanggung jawab guna memastikan keselamatan navigasi serta perlindungan lingkungan maritim di kawasan perairan tersebut.

Menteri Transportasi Singapura Jeffrey Siow menegaskan bahwa memastikan perairan tetap aman dan beroperasi lancar merupakan kepentingan bersama komunitas internasional.

Siow menyebut Selat Malaka dan Selat Singapura sebagai contoh nyata keberhasilan diplomasi dan kolaborasi lintas negara di Asia Tenggara.

"Selama lebih dari setengah abad, Indonesia, Malaysia, dan Singapura telah bekerja sama erat untuk meningkatkan keselamatan navigasi di perairan kita, termasuk di wilayah yang batas maritimnya belum tuntas," ungkap Siow dalam pernyataan resmi kementeriannya.

Ia menambahkan, perbedaan pandangan yang terkadang muncul tidak pernah dibiarkan melumpuhkan kerja sama trilateral yang telah terjalin lama.

Kerja sama pengamanan ini berdampak luas bagi perekonomian global, mengingat hampir seperempat dari total jalur perdagangan laut dunia melintasi kawasan Selat Malaka dan Selat Singapura.

TerkaitTRT Indonesia - Perkuat jalur laut vital, Indonesia, Malaysia, dan Singapura gelar latihan keamanan maritim bersama
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi