Menteri luar negeri Türkiye, Indonesia, Aljazair, Yordania, Lebanon, Malaysia, Mauritania, Pakistan, Palestina, Qatar, Arab Saudi, dan Somalia mengecam serangan udara Israel terhadap pangkalan militer Abu al-Duhur di barat laut Suriah.
Dalam pernyataan bersama pada Jumat (21/8), mereka menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi serius dan pelanggaran terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, serta persatuan politik Suriah.
Serangan terjadi pada Selasa (18/8), ketika Israel melancarkan delapan serangan udara yang menghantam landasan pacu dan fasilitas penyimpanan di pangkalan Abu al-Duhur, menurut media pemerintah Suriah. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Para menteri memperingatkan bahwa serangan berulang terhadap wilayah dan infrastruktur Suriah dapat menghambat upaya negara itu memulihkan keamanan, membangun kembali institusi nasional, serta menangani dampak kemanusiaan dari konflik berkepanjangan.
Mereka juga menilai tindakan Israel berisiko memperluas ketegangan, mengganggu stabilitas regional, dan melemahkan penghormatan terhadap hukum internasional serta Piagam PBB.
Desakan hentikan agresi
Para menteri mendesak masyarakat internasional mengambil langkah tegas untuk menghentikan pelanggaran tersebut, memastikan pelaksanaan Perjanjian Pemisahan Pasukan 1974, dan mendorong penarikan pasukan Israel dari wilayah Suriah yang diduduki.
Mereka menegaskan kembali pentingnya menghormati kedaulatan, kemerdekaan, integritas wilayah, dan persatuan politik Suriah serta menolak segala upaya untuk merusaknya.
Serangan Abu al-Duhur merupakan serangan pertama Israel terhadap aset pemerintah Suriah sejak Maret. Israel mengatakan tindakan tersebut berkaitan dengan kekhawatiran keamanan setelah adanya dugaan pengerahan pasukan Türkiye di pangkalan itu.
Pangkalan Abu al-Duhur, sekitar 70 kilometer dari perbatasan Türkiye, telah tidak beroperasi sebagai pangkalan udara militer khusus sejak 2013 dan beberapa kali berpindah kendali selama perang saudara Suriah.
Sejak jatuhnya Bashar al-Assad pada 2024, Israel telah berulang kali menyerang fasilitas dan persenjataan militer Suriah. Israel juga merebut sejumlah wilayah di barat daya Suriah dan menyatakan keberadaan kelompok Islamis di dekat perbatasannya tidak dapat diterima.
Para menteri memperingatkan bahwa pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah dapat memicu eskalasi lebih luas dan menyerukan langkah internasional untuk menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan.






















