DUNIA
2 menit membaca
Indonesia dan Jerman perkuat kemitraan ekonomi dan transisi energi
Kedua negara membahas sejumlah proyek energi terbarukan serta penguatan rantai nilai semikonduktor. Jerman mendorong pengembangan pendidikan vokasi, bidang yang dinilai penting bagi peningkatan keterampilan tenaga kerja kedua negara.
Indonesia dan Jerman perkuat kemitraan ekonomi dan transisi energi
Menko Bidang Perekonomian Airlangga bertemu Menteri Federal Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan di Jakarta. / Ekon RI

Indonesia dan Jerman sepakat memperluas kemitraan ekonomi melalui investasi, energi terbarukan, semikonduktor, dan pendidikan vokasi. Kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Menteri Federal Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan di Jakarta, Kamis (20/8).

Airlangga mengatakan lebih dari 250 perusahaan Jerman telah beroperasi di Indonesia. Nilai investasi kumulatif perusahaan-perusahaan tersebut mencapai $1,23 miliar selama 2021–2026.

Kedua negara juga membahas sejumlah proyek energi terbarukan serta penguatan rantai nilai semikonduktor. Jerman turut mendorong pengembangan pendidikan vokasi, bidang yang dinilai penting bagi peningkatan keterampilan tenaga kerja kedua negara.

Airlangga menyebut penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) juga menjadi agenda penting dan diharapkan dapat ditandatangani tahun ini.

Dalam transisi energi, Jerman merupakan mitra strategis Just Energy Transition Partnership (JETP) dan bersama Jepang menjadi co-leading dalam International Partners Group. Program tersebut memiliki komitmen pendanaan sebesar $21,4 miliar.

“Jerman mempunyai keunggulan di bidang riset terapan, precision manufacturing, standard industry, dan inilah yang kita ingin kerjasamakan dalam pertemuan-pertemuan berikutnya,” kata Airlangga.

Indonesia juga mendorong percepatan proyek energi hijau agar memperoleh pembiayaan, termasuk melalui KfW, bank pembangunan dan investasi milik pemerintah Jerman.

Reem menegaskan Jerman ingin memperluas peran perusahaan-perusahaannya dalam pembangunan berkelanjutan Indonesia, terutama sektor energi terbarukan.

“Saya ingin memperkuat kerja sama kita di sektor ekonomi dan juga pembangunan. Kami telah membahas bagaimana memperkuat peran pelaku usaha Jerman dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya di bidang energi terbarukan,” ujar Reem.

Ia juga menyampaikan peluang bagi pelajar Indonesia untuk mempelajari bahasa Jerman dan mengikuti pelatihan vokasi di Indonesia maupun Jerman.

Selain perusahaan Jerman, kerja sama tersebut melibatkan Kedutaan Besar Jerman, GIZ, KfW, serta Kamar Dagang Jerman untuk memperkuat hubungan ekonomi dan pembangunan kedua negara.

TerkaitTRT Indonesia - Prabowo minta dukungan presiden Jerman Steinmeier untuk percepat rampungkan IEU-CEPA

SUMBER:TRT Indonesia