Gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menewaskan 69 orang dan menyebabkan 331 lainnya terluka. Sebanyak 34.689 warga terpaksa mengungsi, berdasarkan data BPBD NTT hingga Selasa (18/8/2026) pukul 09.00 WITA yang disampaikan Analis Kebijakan BPBD NTT Richard Pelt.
Pemerintah Indonesia mempercepat pengiriman bantuan bagi warga terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui jalur udara dan laut. BNPB mencatat tujuh penerbangan militer telah mengirimkan 101,5 ton bantuan pada 15–17 Agustus.
Pada Senin (17/8), tiga penerbangan C-130 Hercules TNI AU membawa lebih dari 40,5 ton bantuan ke Labuan Bajo dan Maumere. Bantuan mencakup makanan, obat-obatan, serta dua tenda rumah sakit lapangan.
Pelaksana tugas Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Berton Panjaitan mengatakan pengiriman terus dilakukan untuk menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
“Koordinasi dilakukan untuk memastikan dukungan logistik dan transportasi udara dapat disalurkan dengan cepat sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.”
Respons darurat dipercepat
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga datang ke NTT pada Senin setelah menghadiri upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka. Ia membawa sekitar 20,9 ton bantuan menggunakan pesawat A400M TNI AU.
Bantuan Kemhan meliputi tenda, velbed, Starlink, makanan siap saji, susu, solar cell, matras, selimut, alat penjernih air, dan obat-obatan, serta bantuan tambahan berupa mi instan, bubur bayi, popok, dan pembalut.
Sjafrie meninjau Nagekeo yang berada dekat episentrum gempa dan Yonif TP 834/Wakanga Mere untuk melihat kondisi warga serta kebutuhan mendesak di lapangan.
Sebelumnya, Seskab Teddy Indra Wijaya menyebut tambahan 25 ton logistik telah tiba pada 16 Agustus, sehingga total bantuan pemerintah mencapai 52 ton. Bantuan dikirim ke Labuan Bajo, Maumere, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Sikka, Ende, dan Nagekeo.
“Pemerintah terus bergerak memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi dan bantuan tiba hingga ke lokasi.”
Operasi bersama TNI, BNPB, kementerian, pemerintah daerah, dan mitra kemanusiaan terus dilakukan untuk mendukung evakuasi, layanan kesehatan, pembangunan fasilitas darurat, serta distribusi logistik ke wilayah yang sulit dijangkau.






















