Jumlah korban tewas akibat gempa kuat yang mengguncang Nusa Tenggara Timur yang terjadi pada akhir pekan terus bertambah menjadi 68 orang, sekitar 135 orang dilaporkan mengalami luka-luka hingga Senin (17/8), menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BNPB menyebut lebih dari 12.000 warga masih bertahan di pengungsian yang tersebar di berbagai desa dan titik kumpul, terutama karena kekhawatiran akan gempa susulan.
“Mereka terutama takut gempa susulan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, dari Labuan Bajo, Manggarai Barat.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu tersebut menimbulkan kerusakan luas, termasuk di kawasan wisata Labuan Bajo. Meski operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung, BNPB menyatakan belum menerima laporan adanya korban hilang.
“Kami berharap tidak ada lagi korban jiwa,” ujar Berton.
Pemerintah saat ini berupaya memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, seperti layanan kesehatan dan pasokan air bersih. Distribusi bantuan ke sejumlah desa terdampak ditargetkan dapat dilakukan pada Selasa setelah akses jalan yang sebelumnya rusak berhasil diperbaiki.
Di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto memimpin doa bagi para korban gempa saat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ia juga mengajak masyarakat mendoakan para korban bencana di berbagai wilayah.
“Mari kita sejenak menundukkan kepala untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa,” kata Prabowo, seraya menyampaikan doa bagi korban bencana di Sumatra, NTT, dan daerah lainnya.





















