Di tengah suasana khidmat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto memanjatkan doa khusus bagi para korban bencana alam, termasuk gempa bumi dahsyat yang baru saja melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Doa tersebut disampaikan Kepala Negara saat memimpin prosesi mengheningkan cipta pada Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (17/8).
"Marilah kita menundukkan kepala kita, mengenang jasa dan arwah para pahlawan yang telah berkorban jiwa dan raganya untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia," ucap Presiden Prabowo saat memimpin jalannya hening cipta.
Selain mengenang jasa pejuang kemerdekaan, Presiden secara khusus mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan para korban dan warga yang terdampak bencana alam di berbagai pelosok Tanah Air, termasuk di Sumatera dan Nusa Tenggara Timur.
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan NTT pada akhir pekan lalu. Guncangan kuat tersebut memicu kerusakan parah di permukiman warga serta menelan puluhan korban jiwa.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu, sebanyak 53 orang dilaporkan meninggal dunia dan 135 lainnya mengalami luka-luka. Bencana ini juga menyebabkan sedikitnya 154 unit rumah rusak berat.
Indonesia, yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), kerap menghadapi aktivitas seismik dan vulkanik yang tinggi. Peringatan kemerdekaan tahun ini pun menjadi momen solidaritas nasional untuk mempercepat penanganan darurat serta pemulihan bagi para korban bencana di wilayah timur Indonesia.





















