Pertemuan perencanaan ketiga Multinational Maritime Defense Coalition (MMDC) berlangsung di Jeddah, pada Kamis (13/8), dengan melibatkan perwakilan dari 39 negara, di antaranya Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah lanjutan untuk mengaktifkan struktur komando dan operasi gabungan aliansi.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi dalam pernyataan resminya menyebut 15 negara telah menandatangani pernyataan bersama, sedangkan 13 negara telah menyelesaikan prosedur nasional dan secara resmi menyatakan keikutsertaannya dalam koalisi. Negara-negara lainnya masih menjalankan proses domestik yang diperlukan untuk bergabung.
Pertemuan di Jeddah juga mempercepat penyelesaian perangkat kelembagaan aliansi. Arab Saudi telah menunjuk komandannya, sementara posisi wakil komandan untuk masa jabatan pertama disepakati akan ditempati oleh Pakistan.
MMDC juga telah menetapkan lokasi markas, mengadopsi logo resmi, serta menyelesaikan kerangka organisasi, perencanaan, dan pedoman yang dibutuhkan untuk memulai kegiatan operasional.
Dalam tahap berikutnya, struktur komando multinasional akan mulai menerima dan mengintegrasikan perwira serta personel dari negara anggota. Mereka akan ditempatkan dalam Komando dan Staf Gabungan, Pusat Operasi dan Koordinasi Maritim Bersama, serta Pusat Intelijen Koalisi.
Langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat peningkatan kemampuan operasional MMDC serta memperkuat kesiapan dalam menjalankan misi pertahanan di wilayah tanggung jawabnya.
Pembentukan struktur tersebut menandai kemajuan dalam membangun aliansi pertahanan maritim multinasional yang berkelanjutan. MMDC diarahkan untuk memperkuat keamanan maritim kolektif, menjaga kebebasan navigasi dan jalur strategis perairan, serta memastikan kelancaran perdagangan internasional dan rantai pasok global.





















