BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Wamendag: Indonesia catat ekspor F&B $6,25 miliar, tertinggi keempat di ASEAN
Kementerian Perdagangan memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Jaringan tersebut mencakup para atase perdagangan serta Indonesia Trade Promotion Centers yang tersebar di 33 negara.
Wamendag: Indonesia catat ekspor F&B $6,25 miliar, tertinggi keempat di ASEAN
Wamendag Dyah Roro Esti memberi sambutan dalam Forum Indonesia F&B Trade Promotion, di Jakarta. / Dok. Kemendag RI

Ekspor produk makanan dan minuman Indonesia telah mencapai US$6,25 miliar, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan nilai ekspor F&B terbesar keempat di kawasan ASEAN. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mengatakan capaian tersebut masih memiliki peluang besar untuk ditingkatkan.

“Ekspor F&B kita saat ini mencapai $6,25 miliar. Jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, kita berada di peringkat keempat,” ujar Esti di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada Selasa.

Thailand masih menjadi negara dengan ekspor F&B terbesar di ASEAN dengan nilai $17 miliar. Posisi berikutnya ditempati Vietnam sebesar $8,8 miliar dan Singapura dengan $6,5 miliar.

Menurut Esti, pasar internasional memberikan ruang yang luas bagi produk makanan dan minuman Indonesia untuk berkembang. Salah satu peluang yang dinilai menjanjikan berasal dari meningkatnya permintaan terhadap produk halal, terutama di kawasan Timur Tengah.

Untuk memperluas akses pasar, Kementerian Perdagangan memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Jaringan tersebut mencakup para atase perdagangan serta Indonesia Trade Promotion Centers (ITPC) yang tersebar di 33 negara.

Esti mengatakan fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha yang telah siap melakukan ekspor, khususnya perusahaan di sektor makanan dan minuman, untuk terhubung dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Di sisi lain, produk F&B Indonesia mulai semakin dikenal di pasar global seiring bertambahnya bisnis dan restoran asal Indonesia yang membuka usaha di luar negeri.

Keberadaan diaspora Indonesia di berbagai negara juga dinilai dapat menjadi pasar potensial serta membantu memperluas jangkauan produk makanan dan minuman Indonesia di mancanegara.

TerkaitTRT Indonesia - Ekspor Indonesia naik 4,13 persen, lonjakan nikel perkuat industri pengolahan


SUMBER:TRT Indonesia