BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Ekonomi tumbuh 5,29 persen, Bakom RI: Ekonomi Indonesia tetap solid dan semakin berkualitas
Untuk menjaga momentum pada paruh kedua tahun ini, pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun yang akan mencakup bantuan pangan, transportasi dan pendidikan vokasi.
Ekonomi tumbuh 5,29 persen, Bakom RI: Ekonomi Indonesia tetap solid dan semakin berkualitas
Performa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tahun ini mencapai 5,29 persen.

Perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang tetap kuat pada kuartal kedua 2026, dengan pertumbuhan mencapai 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat capaian ini tidak hanya mencerminkan ekspansi ekonomi yang solid, tetapi juga diiringi perbaikan indikator sosial utama.

Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada periode April–Juni 2026 tercatat sebesar Rp6.552,1 triliun atas dasar harga berlaku, dan Rp3.576,2 triliun berdasarkan harga konstan 2010. Secara kuartalan (q-to-q), ekonomi tumbuh 3,73 persen dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menilai pertumbuhan tersebut semakin berkualitas karena turut disertai penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. 

“Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya solid secara angka, tetapi juga semakin berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

TerkaitTRT Indonesia - Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen didorong investasi dan belanja negara

Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS menunjukkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 turun menjadi 22,93 juta orang, berkurang sekitar 430 ribu orang dibandingkan September 2025. Pada saat yang sama, tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 tercatat 4,68 persen, turun 0,08 poin persentase dari tahun sebelumnya.

Konsumsi rumah tangga dan investasi jadi penopang

Dari sisi permintaan domestik, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 5,06 persen (yoy), mencerminkan daya beli masyarakat yang relatif terjaga. Pemerintah menilai stabilitas harga bahan bakar bersubsidi dan pelaksanaan berbagai program prioritas turut menopang konsumsi.

Investasi juga menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. 

Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,87 persen secara tahunan, mencerminkan berlanjutnya aktivitas penanaman modal, khususnya di sektor hilirisasi sumber daya alam. Pemerintah menyatakan terus mengatasi hambatan investasi melalui satuan tugas khusus debottlenecking.

Dari sisi produksi, sektor pengadaan listrik dan gas mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,81 persen (yoy), sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi yang paling ekspansif secara kuartalan dengan pertumbuhan 12,26 persen. Di sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah menjadi kontributor utama dengan lonjakan hingga 15,97 persen secara tahunan.

TerkaitTRT Indonesia - Menko Airlangga: Ekonomi Indonesia menguat, inflasi terkendali dan perdagangan surplus

Untuk menjaga momentum pada paruh kedua tahun ini, pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun. Program tersebut mencakup bantuan pangan bagi sekitar 33,4 juta penerima, insentif transportasi, serta penguatan program pelatihan vokasi dan magang bagi tenaga kerja muda.

Ke depan, pemerintah menargetkan penguatan sektor produktif melalui hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

“Seluruh langkah tersebut akan diiringi dengan kebijakan yang menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat daya saing nasional, serta meningkatkan kepercayaan dunia usaha dan para investor,” kata Qodari.

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi