Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mendesak pihak sekolah dan Kepolisian untuk menjamin perlindungan mental serta privasi peserta didik pascapenemuan hampir seribu unit senjata api, narkoba, dan materi pornografi di lingkungan sekolah swasta kawasan Kebayoran Lama.
Arifah menekankan bahwa hak-hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang aman harus tetap diprioritaskan di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
"Anak-anak tidak boleh menanggung beban dari masalah yang berada di luar tanggung jawab mereka," tegas Arifah dalam keterangannya yang dikutip dari Antara, Minggu (9/8).
Pihak Polda Metro Jaya mengonfirmasi telah mengamankan sebanyak 996 unit senjata dari sebuah ruangan di dalam kompleks sekolah tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, rincian barang bukti terdiri dari 995 unit airgun berbagai tipe—mulai dari senapan hingga revolver—serta satu pucuk senapan Franchi SPAS-15.
Di lokasi yang sama, petugas juga menemukan puluhan keping VCD berunsur pornografi dan barang bukti narkotika. Dari hasil pemeriksaan awal, kepolisian mengindikasikan bahwa tumpukan senjata tersebut merupakan aset milik seorang pria yang telah wafat pada 2020 silam.
Penyidik kini telah memanggil mantan ketua yayasan sekolah berinisial IW untuk dimintai keterangan. Walaupun status kepengurusannya telah dicopot sejak April lalu, IW dilaporkan masih menguasai akses kunci menuju ruangan penyimpanan barang-barang ilegal tersebut.
Kementerian PPPA meminta pengelola sekolah segera menyisir seluruh fasilitas bangunan dan memperketat sistem keamanan internal agar insiden serupa tidak terulang, sembari menyerahkan penanganan perkara sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
"Kami menghormati proses penyidikan yang sedang berlangsung dan percaya polisi dapat mengusut tuntas kasus ini," pungkas Arifah.


















