ASIA
2 menit membaca
Kebakaran KMP Putri Yasmin, satu orang meninggal dan 106 dievakuasi
Kondisi laut dengan gelombang yang mencapai sekitar empat meter menyulitkan proses evakuasi. Sejumlah kapal di sekitar lokasi membantu memindahkan penumpang dari kapal yang terbakar ke tempat aman.
Kebakaran KMP Putri Yasmin, satu orang meninggal dan 106 dievakuasi
Kantor SAR Mataram mengerahkan personel serta armada penyelamat ke lokasi. / Basarnas via AP

Sebanyak 106 penumpang dan awak KMP Putri Yasmin berhasil dievakuasi setelah kapal terbakar di perairan Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (12/8). Dalam insiden tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Sebanyak 30 orang dibawa ke Padangbai, Bali, menggunakan KMP Port Link, sementara 59 orang lainnya dievakuasi dengan KN SAR Arjuna 220 menuju Pelabuhan Lembar. Sebanyak 17 orang juga dibawa ke Lembar menggunakan kapal TNI AL. KMP Putri Yasmin diketahui mengangkut total 130 orang, termasuk penumpang dan awak kapal.

KMP Putri Yasmin tengah berlayar dari Pelabuhan Padang Bai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, ketika kebakaran terjadi sekitar pukul 04.15 WITA. Kantor SAR Mataram menerima laporan pada pukul 04.39 WITA dan segera mengerahkan personel serta armada penyelamat ke lokasi.

Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama dalam operasi tersebut.

“Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melaksanakan evakuasi. Kami juga berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi untuk membantu proses penanganan,” ujar Hariyadi.

Proses penyelamatan melibatkan sejumlah unsur, termasuk Kantor SAR Denpasar yang mengerahkan KN SAR Arjuna, TNI AL, KMP PortLink II, KAL Lembar, Polres Lombok Barat, Polairud Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, serta masyarakat setempat. Pemantauan udara juga dilakukan menggunakan helikopter SGi Air Bali.

Kondisi laut dengan gelombang yang mencapai sekitar empat meter menyulitkan proses evakuasi. Sejumlah kapal di sekitar lokasi membantu memindahkan penumpang dari kapal yang terbakar ke tempat aman.

KMP Putri Yasmin diketahui membawa penumpang dan awak dalam pelayaran dari Bali menuju Lombok. Setelah seluruh orang di atas kapal berhasil dievakuasi, tim SAR tetap melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi kejadian.

Insiden tersebut menjadi kebakaran kapal feri kedua yang dilaporkan terjadi di Indonesia dalam kurun waktu sekitar dua pekan. Penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin hingga kini belum diketahui.

TerkaitTRT Indonesia - KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di Sumenep, 5 tewas dan 41 penumpang masih dicari


SUMBER:TRT Indonesia