Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI digelar di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8), sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia. Presiden Prabowo Subianto hadir untuk menyampaikan pidato kenegaraan setelah Ketua MPR RI Ahmad Muzani membuka sidang dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menyampaikan pidato pengantar Sidang Bersama.
Dalam pidatonya, Muzani menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah perbedaan politik. “Janji bahwa kemerdekaan yang kita warisi dari para pendiri bangsa akan terus kita jaga. Janji bahwa perbedaan politik tidak akan memecah belah persaudaraan kebangsaan,” ujarnya.
Dalam pidato kenegaraannya, Prabowo mengatakan pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam 663 hari atau sekitar 21 bulan sejak pemerintahannya dilantik. Menurutnya, berbagai kebijakan tersebut rata-rata dijalankan satu kali setiap lima hari untuk menangani persoalan nasional, termasuk masalah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, Pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara,” kata Prabowo.

Program prioritas pemerintah
Salah satu capaian yang disampaikan Presiden adalah tercapainya swasembada delapan komoditas pangan dalam satu tahun, lebih cepat dari target awal empat hingga lima tahun. Komoditas tersebut terdiri atas beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Pemerintah juga menghapus 145 aturan penyaluran pupuk dan menurunkan harganya sebesar 20 persen. Menurut Prabowo, kebijakan tersebut turut meningkatkan keuntungan PT Pupuk Indonesia sebesar 252,8 persen.
Di sektor energi, Presiden mengatakan Indonesia mulai mencapai swasembada solar melalui penerapan biodiesel B50. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar dan telah menghemat devisa sekitar Rp170 triliun atau $9,5 miliar.
“Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat,” tegas Prabowo.
Presiden juga menyebut sejumlah capaian lain, termasuk pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih, operasional 10.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis, perbaikan 71.744 sekolah pada 2026, serta layanan Cek Kesehatan Gratis yang telah menjangkau 108 juta orang.
Prabowo juga mengingatkan pemerintah masih menghadapi berbagai pekerjaan besar, mulai dari pengentasan kemiskinan, perbaikan pendidikan, penciptaan lapangan kerja, pemberantasan korupsi, hingga penindakan terhadap pertambangan ilegal dan penyelundupan.
Sidang tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 RI Boediono, Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin, para duta besar, pimpinan lembaga negara, dan menteri Kabinet Merah Putih.
























