DUNIA
2 menit membaca
Indonesia mengecam serangan ke kapal niaga di Bab Al-Mandeb yang menewaskan WNI
Menlu RI Sugiono telah menyampaikan protes resmi ke pemerintah Yaman melalui percakapan telepon. Menurut keterangan terbaru, dua WNI terluka dan satu masih hilang.
Indonesia mengecam serangan ke kapal niaga di Bab Al-Mandeb yang menewaskan WNI
Kapal kargo Tihamah setelah menjadi sasaran serangan di Selat Bab el-Mandeb. /Foto: Reuters

Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan terhadap kapal niaga di Selat Bab Al-Mandeb, lepas pantai Yaman, yang menyebabkan korban di kalangan awak kapal, termasuk warga negara Indonesia (WNI). Insiden tersebut mengakibatkan dua awak Indonesia terluka dan satu lainnya masih dinyatakan hilang.

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan protes resmi telah disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Menlu Yaman Afrah Abdulaziz Al-Zouba dalam percakapan telepon pada Rabu (12/8). Jakarta menilai serangan tersebut sebagai ancaman serius terhadap keselamatan pelayaran internasional di jalur strategis tersebut.

“Menlu Sugiono dengan tegas mengutuk serangan itu dan menekankan perlunya langkah segera untuk mencegah eskalasi lebih lanjut,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis(13/8).

Selain menyampaikan kecaman, Indonesia juga mengapresiasi otoritas Yaman atas akses kekonsuleran yang diberikan serta bantuan cepat kepada awak kapal yang terdampak.

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan pihak Yaman dalam menjaga stabilitas kawasan maritim yang menjadi jalur penting perdagangan global.

Kapal yang diserang, MV Tihamah, diketahui membawa 11 awak, terdiri dari delapan warga Pakistan dan tiga WNI. Berdasarkan laporan awal media regional, serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok Houthi juga menewaskan sedikitnya dua awak asal Pakistan.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa dua awak Indonesia telah ditemukan, sementara satu lainnya masih dalam pencarian. 

“Satu awak lainnya belum ditemukan dan upaya pencarian intensif masih terus dilakukan oleh pihak terkait di wilayah perairan tersebut,” katanya.

Dari dua korban yang selamat, satu orang mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak memerlukan perawatan rumah sakit, sementara satu lainnya harus mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat.

KBRI di Muscat saat ini terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah perlindungan bagi para WNI, termasuk menyiapkan kemungkinan pemulangan mereka ke Indonesia setelah kondisi keamanan memungkinkan.

Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko keamanan di sekitar Selat Bab Al-Mandeb, jalur pelayaran vital yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden, yang kerap menjadi titik rawan konflik bersenjata dalam beberapa waktu terakhir.

TerkaitTRT Indonesia - Houthi ancam akan larang total pengiriman kapal di Laut Merah ke Israel saat ketegangan meningkat
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi