DUNIA
2 menit membaca
Gempa susulan M5,7 guncang Flores, SAR perluas evakuasi kelompok rentan
BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan di NTT masih dapat berlangsung selama sekitar 21–30 hari. Namun, frekuensinya diperkirakan terus menurun seiring berkurangnya energi yang dilepaskan kerak bumi setelah gempa utama.
Gempa susulan M5,7 guncang Flores, SAR perluas evakuasi kelompok rentan
Operasi tanggap darurat juga terus dilakukan dengan memprioritaskan kelompok rentan. / Basarnas via AFP

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (20/8), pukul 09.47 WIB. BMKG menyatakan gempa tidak menimbulkan potensi tsunami.

BMKG memperbarui parameter gempa dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di daratan sekitar 36 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada koordinat 8,33 derajat Lintang Selatan dan 120,64 derajat Bujur Timur.

Gempa merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa utama M7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus. Hingga Kamis pukul 08.00 WIB, BMKG mencatat 3.489 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2.

Getaran paling kuat dilaporkan di Kabupaten Manggarai dengan intensitas V–VI MMI. Di Nagekeo dan Ende, gempa mencapai V MMI, sementara Manggarai Barat, Sumba Timur, dan Sikka merasakan getaran pada skala III–IV MMI. BMKG mengingatkan warga untuk mewaspadai kemungkinan gempa susulan.

BMKG menjelaskan gempa tersebut tergolong dangkal dan berkaitan dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan normal-oblique.

Sebelumnya, BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan di NTT masih dapat berlangsung selama sekitar 21–30 hari. Namun, frekuensinya diperkirakan terus menurun seiring berkurangnya energi yang dilepaskan kerak bumi setelah gempa utama.

Sementara itu, jumlah korban meninggal akibat gempa M7,7 pada 15 Agustus hingga 19 Agustus mencapai 73 orang. Pemerintah dan BNPB terus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, berupa kebutuhan pokok, tenda, dan berbagai perlengkapan untuk mendukung kebutuhan pengungsi.

Operasi tanggap darurat juga terus dilakukan dengan memprioritaskan kelompok rentan, termasuk lansia dan ibu hamil yang mengalami trauma akibat gempa susulan. Sejumlah warga telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, termasuk seorang warga lanjut usia dari Posko Mandiri di Ronting, Manggarai Timur, ke Posko Polisi untuk mendapat perlindungan dan pemantauan.

TerkaitTRT Indonesia - PII Indonesia dorong pemerintah untuk perketat peraturan bangunan tahan gempa

SUMBER:TRT Indonesia