ASIA
2 menit membaca
Korban gempa NTT capai 83 jiwa, pasokan logistik menipis
Basarnas mencatat korban meninggal akibat gempa magnitudo 7,7 di NTT naik menjadi 83 orang, di tengah ribuan gempa susulan dan menipisnya pasokan logistik bagi para pengungsi.
Korban gempa NTT capai 83 jiwa, pasokan logistik menipis
Tim penyelamat mencari korban di reruntuhan Pelabuhan Laurensius Say di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026. / AFP

Jumlah korban tewas akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 83 orang per Jumat (21/8). Data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) hingga pukul 11.00 WIB mencatat total 1.050 orang terdampak langsung oleh bencana ini.

Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso merinci, selain korban jiwa, terdapat 328 orang mengalami luka berat dan 639 orang menderita luka ringan. Kabupaten Manggarai Timur tercatat sebagai wilayah paling terdampak parah dengan 670 korban, di mana 70 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Aktivitas kegempaan di zona sesar tersebut dilaporkan masih sangat aktif. Kepala Stasiun Geofisika Kupang BMKG Arief Tyastama menyampaikan bahwa sebanyak 4.350 gempa susulan telah terdeteksi hingga Jumat pagi pukul 08.00 WITA. Rentang kekuatan gempa bervariasi mulai dari magnitudo 1,1 hingga yang terbesar bermagnitudo 6,2, dengan 31 kali gempa tercatat berkekuatan di atas magnitudo 5 serta 118 kali getaran yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Di sektor penanganan darurat, kondisi para penyintas di tempat-tempat penampungan sementara kian memprihatinkan menyusul pasokan kebutuhan dasar yang mulai menipis. Akses distribusi logistik yang belum merata membuat warga di pulau-pulau terdampak mulai mengalami kelangkaan pangan.

Salah seorang warga Desa Palue, Kabupaten Sikka, Elloysia, mengungkapkan bahwa persediaan makanan di tenda-tenda pengungsian kian terbatas di tengah kehancuran infrastruktur permukiman. Kerusakan fisik parah dilaporkan melanda kawasan permukiman di Desa Kesokoja, Dusun Edo, hingga Kampung Natakuni.

"Stok makanan kami mulai menipis, bantuan belum bisa dialokasikan semua. Semua berharap bantuannya segera tiba," ujar Elloysia.

TerkaitTRT Indonesia - Ribuan gempa susulan guncang NTT, 40 ribu warga mengungsi dan 70 tewas
SUMBER:TRT Indonesia