DUNIA
2 menit membaca
Indonesia-Australia tingkatkan kapasitas geospasial untuk pengelolaan maritim
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat pesisir, mendorong pertumbuhan ekonomi biru yang berkelanjutan, sert menangani persoalan bersama terkait pengelolaan sumber daya laut.
Indonesia-Australia tingkatkan kapasitas geospasial untuk pengelolaan maritim
Teknologi tersebut juga ditujukan untuk mengubah volume besar data pengamatan bumi menjadi informasi yang dapat digunakan secara cepat dan efisien. / Reuters

Indonesia dan Australia memperkuat kerja sama di bidang maritim melalui peluncuran Piksel, sebuah platform analisis observasi bumi berdaulat yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam memetakan, memantau, dan mengelola wilayah pesisir serta laut secara berkelanjutan.

Platform tersebut diluncurkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) dengan dukungan Geoscience Australia (GA) pada 24 Agustus 2026. Piksel dikembangkan berdasarkan nota kesepahaman yang ditandatangani BIG dan GA pada 2025, serta diwujudkan melalui kerja sama maritim bilateral dan program Southeast Asia Maritime Partnerships milik Australia.

Kehadiran platform ini memungkinkan BIG memberikan dukungan kepada berbagai lembaga pemerintah Indonesia yang menangani urusan kemaritiman. Teknologi tersebut juga ditujukan untuk mengubah volume besar data pengamatan bumi menjadi informasi yang dapat digunakan secara cepat dan efisien.

Pelaksana Tugas Kepala BIG, Mohamad Arief Syafi’i, mengatakan tantangan utama bukan sekadar memperoleh data, tetapi bagaimana mengolah data dalam jumlah sangat besar menjadi informasi yang bermanfaat dan mudah diakses oleh lebih banyak pihak.

“Persoalannya bukan hanya mendapatkan datanya. Tantangan yang jauh lebih besar adalah mengolah data dalam jumlah sangat besar tersebut menjadi informasi yang berguna secara cepat, efisien, dan dapat diakses oleh lebih banyak pemangku kepentingan,” kata Mohamad Arief Syafi’i dalam keterangannya.

Menurut kedua negara, Australia dan Indonesia memiliki kepentingan bersama dalam menjaga kawasan maritim. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat pesisir, mendorong pertumbuhan ekonomi biru yang berkelanjutan, sekaligus menangani persoalan bersama terkait pengelolaan sumber daya laut.

Lauren Power, Acting Oceans, Reefs, Coasts and the Antarctic Branch Head di Geoscience Australia, mengatakan Piksel memungkinkan pejabat pemerintah dan peneliti Indonesia melakukan analisis lingkungan dalam skala nasional.

“Piksel akan memungkinkan pejabat dan peneliti Indonesia melakukan analisis lingkungan dalam skala nasional untuk menghasilkan produk pemetaan dari citra satelit yang berdampak besar dan efisien dari sisi biaya,” ujar Power.

Ia menambahkan, platform tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan berbagai produk pemetaan kawasan pesisir dan laut, termasuk Ina Coastlines. Produk tersebut menyediakan data geospasial dasar yang dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan sumber daya laut dan perencanaan tata ruang laut secara efektif.

Peluncuran Piksel menjadi bagian dari semakin eratnya hubungan maritim antara Jakarta dan Canberra. Dalam pengumuman bersama Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Mei 2025, kedua negara menyatakan komitmen untuk memperluas kerja sama maritim demi mendukung kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia, Malaysia, dan Singapura sepakat jaga Selat Malaka tetap aman dan terbuka
SUMBER:TRT Indonesia