Malaysia dan Brunei Darussalam sepakat menggunakan mekanisme ASEAN untuk menangani kabut asap lintas batas yang kembali berdampak pada sejumlah wilayah di kawasan.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan kesepakatan itu dicapai dalam pertemuannya dengan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah pada Konsultasi Tahunan Pemimpin ke-27 (ALC-27), Sabtu (22/8).
"Kami berdua sepakat bahwa mekanisme ASEAN merupakan pilihan terbaik. Kami telah meminta Menteri Luar Negeri Datuk Seri Mohamad Hasan untuk mengelola persoalan ini," kata Anwar dalam konferensi pers penutupan kunjungannya ke Brunei.
Mohamad sebelumnya mengatakan Malaysia akan menempuh jalur diplomatik ASEAN. Kementerian Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia juga akan mengirim surat resmi kepada Sekretariat ASEAN dalam waktu dekat.
Kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia memburuk. Data APIMS menunjukkan Serian, Sarawak, mencatat indeks polusi udara (API) 190 pada pukul 09.00. Kuching berada di 182, Samarahan 177, Sarikei dan Sri Aman 173, Sibu 161, Bintulu 157, Samalaju dan Mukah 156, serta Miri dan Bukit Rambai, Melaka, masing-masing 151.
Pemerintah Indonesia mengatakan telah berkomunikasi dengan negara-negara tetangga terkait dampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan komunikasi dilakukan melalui jalur formal dan informal, termasuk melalui Kementerian Luar Negeri. Menurutnya, dampak kebakaran telah dirasakan Malaysia dan Brunei.
"Ada komunikasi dengan negara-negara yang terdampak, dilakukan secara formal melalui Menteri Luar Negeri," ujar Prasetyo, Minggu (23/8).
Indonesia memperkuat operasi pemadaman dengan mengerahkan tiga batalion TNI atau sekitar 1.500 personel dari luar Kalimantan. Enam helikopter water bombing juga akan ditambahkan, sementara operasi modifikasi cuaca (OMC) ditingkatkan dengan perhatian khusus pada lahan gambut.
"Kami menambah pompa dan sumur bor untuk menekan titik-titik panas. Presiden telah memerintahkan agar operasi diperkuat dengan tambahan personel, helikopter water bombing, serta modifikasi cuaca," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Presiden Prabowo Subianto juga meninjau langsung penanganan kebakaran di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8), serta memimpin koordinasi di Pontianak dan Palangka Raya.
Langkah tersebut dilakukan ketika kabut asap dari kebakaran di Kalimantan kembali menimbulkan dampak lintas batas dan mendorong negara-negara terkait memperkuat koordinasi melalui ASEAN.




















