Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus lalu terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia kini mencapai 105 orang, sementara hampir 180.000 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyatakan bahwa aktivitas seismik di wilayah tersebut masih sangat tinggi pascagempa utama.
"Jumlah pengungsi saat ini telah mencapai 179.037 jiwa menyusul gempa kuat berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang pada 15 Agustus," kata Berton dalam keterangan tertulisnya kepada kantor berita Anadolu Agency (AA).
Data terbaru penanganan bencana menunjukkan:
Korban jiwa: 105 orang meninggal dunia
Korban luka: 1.678 orang mengalami luka-luka
Warga mengungsi: 179.037 orang tersebar di berbagai titik penampungan
Kerusakan fisik: 36.163 unit rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan
Aktivitas seismik: 7.787 kali gempa susulan tercatat sejak gempa utama
Dampak kerusakan tersebar luas di berbagai wilayah NTT, termasuk area sekitar Labuan Bajo yang merupakan salah satu destinasi wisata utama nasional.
Hingga saat ini, operasi tanggap darurat, pendataan korban, serta distribusi bantuan logistik dan medis masih terus difokuskan pada wilayah-wilayah yang mengalami kerusakan paling parah. Tim gabungan penanggulangan bencana di lapangan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi di tengah ancaman gempa susulan yang masih terus berlangsung.





















