Presiden Prabowo Subianto memberikan bantuan kemasyarakatan sebesar Rp200 miliar untuk memperkuat penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diberikan saat Prabowo memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di Posko Batalyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, pada Rabu (26/8).
Dari total dana tersebut, Rp40 miliar dialokasikan untuk Pemerintah Provinsi NTT, sedangkan delapan kabupaten terdampak di Pulau Flores masing-masing memperoleh Rp20 miliar. Delapan daerah tersebut adalah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.
Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto memastikan bantuan untuk setiap kabupaten telah diterima pemerintah daerah dan diserahkan kepada para bupati untuk kebutuhan penanganan bencana.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan kunjungan tersebut juga bertujuan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh instansi terkait dalam merespons gempa di Pulau Flores.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Gubernur NTT Melki Laka Lena dan sejumlah kepala daerah juga hadir dalam rapat koordinasi.
Data korban terbaru
Berdasarkan data BNPB hingga Selasa (25/8), gempa berkekuatan 7,7 magnitudo telah menyebabkan 103 orang meninggal dunia. Korban tercatat 41 orang di Manggarai, 34 di Manggarai Timur, 13 di Nagekeo, enam di Sikka, lima di Ngada, tiga di Ende, dan satu di Manggarai Barat.
Dari total korban meninggal, 45 persen merupakan laki-laki dan 55 persen perempuan. Berdasarkan usia, 45 persen korban adalah lansia, 37 persen dewasa, 12 persen anak-anak dan remaja, sedangkan sisanya bayi dan balita.
Jumlah korban luka juga bertambah menjadi 1.666 orang pada Selasa, dari 1.603 orang sehari sebelumnya. Manggarai Timur mencatat 239 korban luka berat dan 404 korban luka ringan. BNPB masih memperbarui data korban dari wilayah terdampak.
Selain bantuan dana, Prabowo menekankan pentingnya kesiapan logistik di tingkat daerah. Ia meminta pemerintah provinsi dan kabupaten memiliki gudang serta persediaan pangan untuk menghadapi keadaan darurat.
“Berarti kita bantu tiap provinsi biar gubernur mempunyai gudang dan persiapan makanan sama juga dengan bupati. Seharusnya sebetulnya juga memang demikian. Para bupati, gubernur harusnya juga sudah punya lumbung-lumbung cadangan, tapi ya sudah kalau mereka mungkin belum berinisiatif kita lakukan,” ujar Presiden.















