DUNIA
2 menit membaca
Indonesia sampaikan duka atas banjir bandang di perbatasan China–Nepal, pantau kondisi WNI
Operasi pencarian korban yang tertimbun masih berlangsung, sementara laporan awal menyebut lebih dari 1.300 orang hilang, termasuk hampir 900 warga negara asing.
Indonesia sampaikan duka atas banjir bandang di perbatasan China–Nepal, pantau kondisi WNI
Perumahan warga di Nepal tertimbun lumpur usai banjir bandang mematikan melanda wilayah perbatasan Nepal-China. /AFP

Pemerintah Indonesia menyatakan simpati mendalam atas bencana banjir bandang yang melanda wilayah Gyirong di perbatasan China dan Nepal, yang dilaporkan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur. 

Melalui Kementerian Luar Negeri, Jakarta juga menegaskan dukungan terhadap upaya penanganan darurat yang tengah dilakukan kedua negara.

“Indonesia menyampaikan simpati dan duka yang mendalam atas terjadinya bencana alam di wilayah Gyirong… yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, luka-luka, dan kerusakan pada sejumlah infrastruktur publik,” kata Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, dalam pernyataan di Jakarta, Kamis (27/8).

Selain menyampaikan belasungkawa, Indonesia menilai respons cepat otoritas China dan Nepal menjadi kunci agar proses penyelamatan dan pemulihan pasca bencana dapat berjalan efektif. Operasi pencarian masih berlangsung, sementara laporan awal menyebut lebih dari 1.300 orang hilang, termasuk hampir 900 warga negara asing.

Belum ada WNI yang menjadi korban

Di tengah situasi tersebut, Kemlu memastikan pemantauan intensif terhadap warga negara Indonesia (WNI) di kawasan terdampak. Koordinasi dilakukan melalui Kedutaan Besar RI di Beijing, Konsul Kehormatan di Kathmandu, serta KBRI Dhaka. 

Hingga saat ini, tidak ada laporan WNI yang menjadi korban.

Data Kemlu menunjukkan sekitar 45 WNI berada di Nepal, mayoritas tinggal di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan. Pemerintah juga memberi perhatian pada WNI yang tengah berwisata, khususnya yang melakukan aktivitas pendakian di wilayah pegunungan.

“Untuk mendukung langkah perlindungan dan pemantauan, KBRI Dhaka telah menghimbau kepada agen-agen perjalanan… khususnya yang tengah melakukan perjalanan pendakian,” ujar Nabyl.

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi