Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan strategis dan stabilitas keamanan di kawasan Asia Tenggara.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemhan RI, Letjen TNI Tri Budi Utomo, saat menghadiri pertemuan ASEAN Defence Senior Officials’ Meeting Plus (ADSOM-Plus) secara daring dari Jakarta, Kamis (27/8).
Pertemuan tingkat pejabat tinggi pertahanan ini melibatkan seluruh negara anggota ASEAN bersama delapan negara mitra wicara utama, yakni Amerika Serikat, Australia, India, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, Rusia, dan China.
Fokus utama forum ini adalah mematangkan tujuh bidang kerja sama praktis di bawah kelompok kerja pakar (ADMM-Plus Experts’ Working Groups) untuk siklus 2024–2027.
Persiapan Pertemuan Menhan ADMM-Plus
Selain mengevaluasi program kerja kelompok pakar, pertemuan ini menjadi agenda krusial dalam menyusun persiapan pertemuan tingkat menteri pertahanan (ADMM-Plus) yang dijadwalkan berlangsung di Cebu, Filipina, pada Oktober 2026 mendatang.
Tri Budi Utomo menegaskan bahwa Indonesia menaruh perhatian besar pada forum ini sebagai instrumen vital dalam membangun kerja sama pertahanan yang nyata dan bermakna antara ASEAN dengan para mitra global.
Melalui dialog yang terbuka dan konstruktif, mekanisme keamanan yang dipimpin ASEAN (ASEAN-led mechanisms) diharapkan tetap tangguh dalam merespons berbagai dinamika serta ancaman keamanan kawasan yang terus berkembang.























