BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
BI guyur insentif likuiditas demi dongkrak kredit perbankan
Bank Indonesia resmi memberlakukan skema insentif likuiditas makroprudensial per 1 September. Langkah ini ditempuh untuk mengikis kesenjangan likuiditas antarpelaku perbankan dan mendorong perluasan pembiayaan.
BI guyur insentif likuiditas demi dongkrak kredit perbankan
BI juga secara bertahap mengurangi outstanding SRBI menjadi sekitar Rp1.050 triliun. /Foto: BI

Bank sentral berupaya mengatasi ketimpangan distribusi likuiditas antarbank guna memastikan ketersediaan dana mampu menopang penyaluran kredit secara optimal ke sektor riil. Untuk itu, Bank Indonesia (BI) mulai memberlakukan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) sejak 1 September.

Pemberlakuan kebijakan tersebut diambil lantaran kondisi likuiditas industri perbankan nasional dinilai mengalami segmentasi, meski secara agregat masih berada pada tingkat yang aman.

Rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) saat ini berada di kisaran 23 hingga 24 persen. Sementara itu, suku bunga pasar uang antarbank semalam (overnight IndONIA) bertahan di level sekitar 6 persen setelah sempat menyentuh puncak 6,5 persen.

"Likuiditas itu sebenarnya ada, tetapi apakah terdistribusi merata?" ujar Gubernur BI Destry Damayanti dalam Forum 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Kamis (3/9), sebagaimana dikutip Antara.

Kesenjangan terlihat jelas pada rasio penyaluran pinjaman terhadap simpanan (loan-to-deposit ratio/LDR). Anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mencatatkan LDR yang relatif tinggi seiring laju ekspansi kredit yang kuat.

Pada Juli, penyaluran kredit perbankan tumbuh 13,6 persen, melampaui laju pertumbuhan DPK yang tercatat sebesar 11,21 persen. Kondisi tersebut mendorong BI memantau kondisi perbankan secara terperinci guna memetakan kelompok bank yang mengalami pengetatan maupun kelebihan likuiditas.

"Jika kita lihat, LDR bank-bank ini tidak merata. Artinya, likuiditas di industri terfragmentasi. Pendistribusiannya belum seimbang," imbuh Destry.

Sebagai solusi, BI menjalankan Program Pendalaman Pasar Uang di bawah kerangka KLM. Melalui skema ini, bank berpeluang memperoleh insentif hingga 2 persen dari DPK dengan syarat menjaga rasio kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) non-repo dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di bawah 19 persen dari total pendanaan.

Insentif tersebut disalurkan lewat pengurangan kewajiban giro wajib minimum (GWM) perbankan di BI. Kebijakan ini diharapkan memacu redistribusi dana antarbank sekaligus memperdalam pasar uang domestik.

"BI memahami persoalan ini, sehingga kami memerlukan kebijakan yang benar-benar tepat sasaran," tegas Destry.

TerkaitTRT Indonesia - Bank Indonesia dorong perbankan tingkatkan kredit dan kurangi penempatan dana di SRBI
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Penyaluran biodiesel B50 di Indonesia capai 80 persen, targetkan 100 persen pada Oktober
Indonesia dan Cili dorong perdagangan dua arah melalui IC-CEPA
Kemen ESDM resmikan proyek gasifikasi batubara di Kutai Timur demi tekan impor
Indonesia-Singapura resmikan transaksi mata uang lokal, perkuat integrasi keuangan ASEAN
Kemenkeu buru potensi pajak Rp5 triliun dari 40 perusahaan baja
Indonesia dan Maroko pacu perundingan dagang bilateral, bidik rampung 2027
BEI rilis penetapan saham hijau untuk perkuat pembiayaan berkelanjutan
Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan serap 30-40 persen total pasar DEFA ASEAN
Indonesia dan India bidik kerja sama semikonduktor hingga pusat data di forum BRICS
14 PLTS resmi diluncurkan di enam provinsi, investasi capai $62 miliar
Presiden Prabowo luncurkan PLTS 100 GWp, perkuat transisi energi nasional
Taiwan incar pasar Indonesia untuk teknologi tinggi, terutama sektor semikonduktor dan AI
Transaksi digital Indonesia tumbuh 28,69 persen pada Juli 2026
Subsidi motor listrik Rp5 juta siap meluncur, Kemenperin tunggu regulasi Kementerian Keuangan
Pemerintah pacu sektor ekonomi kreatif demi capai target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027
Permintaan global melonjak, Kemendag naikkan harga patokan ekspor emas paruh kedua Agustus 2026
KADI Indonesia selidiki dugaan dumping impor produk polimer penyerap dari China
Presiden Prabowo percepat transisi energi, PLN diminta hentikan PLTD 13 GW
Lirik potensi energi bersih Gorontalo, UEA siap tawarkan proyek Bendungan Bulango Ulu ke Masdar
Realisasi investasi RI capai Rp1.931 triliun, Prabowo optimistis ekonomi sentuh 6 persen