Indonesia berpeluang menarik lebih banyak investasi Korea Selatan di sektor galangan kapal seiring upaya kedua negara memperkuat kerja sama ekonomi dalam kerangka Special Comprehensive Strategic Partnership (SCSP).
Dorongan tersebut kembali mengemuka dalam pertemuan bilateral Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun di Manila, Filipina, pada 22 Juli 2026. Keduanya sepakat mempercepat pelaksanaan berbagai kesepakatan yang telah disetujui para pemimpin kedua negara, termasuk di bidang pertahanan, energi, dan investasi.
Cho Hyun secara khusus menyatakan akan mendorong perusahaan-perusahaan Korea Selatan untuk menanamkan modal di industri galangan kapal Indonesia. Sementara itu, Sugiono menegaskan, “Indonesia siap untuk terus bekerja sama erat dengan Republik Korea untuk menghasilkan kerja sama konkret.”
Minat tersebut sejalan dengan potensi industri maritim Indonesia sebagai negara kepulauan. Berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian, terdapat sekitar 342 galangan kapal aktif hingga kuartal III 2025.
Seluruh fasilitas tersebut memiliki kemampuan membangun kapal baru sekitar 1 juta tonase bobot mati (DWT) per tahun. Untuk kegiatan reparasi, kapasitasnya mencapai sekitar 12 juta DWT setiap tahun.
Korea Selatan memiliki sejumlah perusahaan galangan kapal berteknologi tinggi, termasuk Hyundai Shipyard, Hanwha Ocean, dan Samsung Heavy Industries. Taeho menyebut sektor tersebut juga menjadi salah satu kekuatan yang mendukung posisi Korea Selatan dalam perundingannya dengan Amerika Serikat.
Sejumlah perusahaan Korea Selatan disebut telah datang ke Indonesia untuk melihat secara langsung peluang pengembangan industri galangan kapal. Pelaku industri Korea sebelumnya juga telah bekerja sama dengan negara-negara Asia lainnya, termasuk Filipina dan Vietnam, sementara peluang investasi turut dijajaki di India dan Indonesia.
Pembahasan mengenai investasi galangan kapal tersebut merupakan bagian dari agenda yang lebih luas untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan kini berupaya mengembangkan SCSP ke dalam kerja sama konkret, termasuk melalui investasi, transfer keahlian, pengembangan industri maritim, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.






















