BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Langkah ekspansi ini dilakukan di tengah kondisi pasar global yang masih defisit, dengan produksi semester I-2026 sebesar 173,6 ribu ton dan konsumsi 179,3 ribu ton.
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
PT Timah menegaskan ekspansi ke Timur Tengah akan berlanjut pada 2027./Foto: PT Timah

Perusahaan BUMN pengelola, produsen dan eksportir timah dan logam Indonesia, PT Timah (Persero) Tbk, memperluas ekspansi pasar global dengan menambah tujuan ekspor timah ke Filipina dan Inggris pada 2026, serta menargetkan kawasan Timur Tengah pada 2027.

Direktur Produksi dan Komersial PT Timah, Ilhamsyah Mahendra, mengatakan perusahaan terus merespons perkembangan pasar global dengan memperluas jangkauan ekspor. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya dinamika permintaan timah di pasar internasional.

“Untuk pasar global, untuk informasi tahun 2026 ini PT Timah sudah melakukan perluasan,” ujarnya dalam Public Expose Live 2026 secara daring dari Jakarta.

Di Asia, Filipina menjadi pasar baru, sementara ekspansi ke Inggris menyasar pelanggan di Southampton. Perusahaan juga memperkuat pasar yang sudah ada, terutama India yang mencatat lonjakan porsi dari 5 persen menjadi 12 persen, didorong pertumbuhan industri elektronik seperti ponsel dan semikonduktor. Vietnam juga mencatat peningkatan volume.

Secara keseluruhan, periode Januari–Juni 2026 menunjukkan 97 persen penjualan PT Timah berasal dari ekspor, sementara domestik hanya 3 persen. Asia masih mendominasi dengan porsi 75 persen, dipimpin China 35 persen, India dan Jepang masing-masing 12 persen, Korea Selatan 11 persen, Taiwan 3 persen, serta Filipina dan Vietnam masing-masing 1 persen.

Eropa berkontribusi 19 persen, dengan Belanda 9 persen, Italia 5 persen, serta beberapa negara termasuk Inggris berada di level 1 persen. Amerika menyumbang 3 persen.

PT Timah menegaskan ekspansi akan berlanjut pada 2027 dengan Timur Tengah sebagai target utama yang sempat tertunda.

“Middle East menjadi pasar, target kita di tahun depan 2027,” kata Ilhamsyah.

Langkah ekspansi ini dilakukan di tengah kondisi pasar global yang masih defisit, dengan produksi semester I-2026 sebesar 173,6 ribu ton dan konsumsi 179,3 ribu ton. Timah juga banyak digunakan di industri solder (53 persen), bahan kimia (16 persen), dan tinplate (11 persen), yang menopang prospek permintaan global.

TerkaitTRT Indonesia - PT Timah yakin capai target tahun 2025 meski produksi turun
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi