ASIA
2 menit membaca
Presiden Prabowo instruksikan penambahan anggaran dan perkuat mitigasi bencana
Indonesia saat ini menghadapi sejumlah situasi bencana, mulai dari gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Flores, NTT, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap di sejumlah wilayah.
Presiden Prabowo instruksikan penambahan anggaran dan perkuat mitigasi bencana
Tenda pengungsian di stadion darurat pascagempa di Maumere, Nusa Tenggara Timur, Indonesia, 16 Agustus. / Reuters

Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah meningkatkan secara signifikan alokasi anggaran untuk mitigasi bencana. Langkah tersebut dinilai penting agar Indonesia memiliki kesiapan sumber daya yang memadai sebelum bencana terjadi.

Prabowo menyampaikan arahan tersebut saat memimpin rapat terbatas mengenai penanganan bencana melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).

“Kita harus selalu siap menghadapi situasi seperti ini. Kita belajar dari kejadian ini. Dalam pemerintahan yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus ditingkatkan secara substansial,” kata Prabowo.

Indonesia saat ini menghadapi sejumlah situasi bencana, mulai dari gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap di sejumlah wilayah.

Prabowo menilai posisi Indonesia di Cincin Api Pasifik membuat negara ini rentan terhadap bencana. Ia meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri PPN Rachmat Pambudy untuk menyusun rencana induk mitigasi dengan sumber daya di atas kebutuhan minimum.

Ia juga meminta penambahan helikopter, pompa air, kendaraan pemadam, serta ekskavator kecil di tingkat desa, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami karhutla.

Operasi modifikasi cuaca

Dalam rapat tersebut, Prabowo mengungkapkan rencana pemanfaatan kapal induk Italia Giuseppe Garibaldi untuk mendukung operasi penanggulangan bencana. Kapal tersebut saat ini dalam perjalanan dari Italia menuju Indonesia untuk proses serah terima dan akan dimodifikasi agar dapat menunjang operasi helikopter serta drone.

Kapal tersebut dapat menampung hingga 10 helikopter kelas menengah, masing-masing mampu membawa empat hingga lima ton air untuk pemadaman kebakaran dari udara.

Pemerintah juga akan meningkatkan penggunaan pesawat dalam operasi modifikasi cuaca. Prabowo meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji bahan yang paling efektif untuk mendukung pelaksanaan teknologi tersebut.

“Kita harus menyiapkan mitigasi, bukan menunggu sampai bencana terjadi. Kita harus mempersiapkannya jauh-jauh hari,” tegas Prabowo.

Rapat tersebut digelar ketika pemerintah masih menangani dampak gempa Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia bakal operasikan kapal induk Garibaldi dari Italia untuk penanganan bencana
SUMBER:TRT Indonesia