Tim SAR Indonesia menyiapkan operasi untuk membalikkan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa, setelah arus kuat dan gelombang tinggi menghambat pencarian bawah air terhadap 129 orang yang masih hilang.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan tim ahli dari dalam dan luar negeri, termasuk Hong Kong dan Amerika Serikat, akan menilai kondisi kapal serta menentukan peralatan yang dibutuhkan sebelum operasi penyelamatan dilakukan.
Rencana tersebut mencakup pengamanan posisi kapal, membalikkan badan kapal, mencari korban di bagian dalam, mengevakuasi mereka, kemudian menarik kapal dari lokasi untuk kepentingan penyelidikan.
"Sebagian besar anggota tim ahli berasal dari Jakarta. Beberapa personel sudah berada di lokasi, sementara anggota lainnya dijadwalkan tiba besok pagi," kata Syafii dalam konferensi pers, Rabu (16/9).
Tim yang berada di lokasi akan melakukan pengamatan udara bersama para ahli dari Jakarta sebelum kembali ke Banjarmasin untuk rapat koordinasi. Hasil penilaian akan menentukan kebutuhan peralatan yang dapat didatangkan dari Surabaya, Kalimantan, atau wilayah lain.
Salah satu opsi yang disiapkan adalah menggunakan kantong udara untuk mengangkat dan mengembalikan kapal ke posisi semula sehingga pencarian di dalam kapal dapat dilakukan. Langkah ini menjadi alternatif jika kondisi laut tetap tidak memungkinkan bagi penyelaman.
"Berdasarkan keahlian dan pengalaman tim spesialis, proses pengangkatan kapal diperkirakan memakan waktu sekitar 24 jam jika seluruh tahapan berjalan lancar. Namun, durasinya dapat bertambah jika tim menghadapi kendala," ujar Syafii.
Pada Rabu, dua tim TNI AL sempat melakukan pencarian bawah air, tetapi harus ditarik karena arus mencapai hampir tujuh knot. Penyelaman direkomendasikan ketika arus berada di bawah 1,5 knot. Sejumlah temuan dari penyelaman akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk penyelidikan kecelakaan.
Hingga Rabu (16/9), sebanyak 114 orang telah ditemukan, terdiri dari 108 korban selamat dan enam meninggal dunia. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.Kapal terbalik sekitar 80 mil laut atau 150 kilometer dari Pelabuhan Banjarmasin. Kapal telah bergeser sekitar 450 meter dan kini berada di perairan dengan kedalaman sekitar 29 meter.
Pencarian melalui udara dan permukaan laut pada Rabu belum menemukan korban yang hilang. Operasi serupa kembali dilakukan pada Kamis. Berdasarkan Undang-Undang Pelayaran Indonesia, pemilik kapal wajib memindahkan atau menarik kapal jika keberadaannya mengganggu jalur pelayaran.























