ASIA
2 menit membaca
Indonesia, Malaysia, Thailand sepakati prioritas ekonomi IMT-GT hingga tahun 2031
Indonesia juga mendorong pembangunan konektivitas yang lebih terintegrasi dengan rencana pemerintah daerah dan penguatan koridor pelabuhan strategis.
Indonesia, Malaysia, Thailand sepakati prioritas ekonomi IMT-GT hingga tahun 2031
Pertemuan dihadiri Menko Bidang Perekonomian Indonesia, Menteri Ekonomi Malaysia, serta Wakil Menteri Kantor Perdana Menteri Thailand. / Dok. Ekon RI

Indonesia, Malaysia, dan Thailand menyepakati sejumlah prioritas baru untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi kawasan dalam kerangka Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) hingga tahun 2031.

Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Medan, Sumatra Utara, Kamis (10/9). Pertemuan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto, Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah Mohd Nasir, serta Wakil Menteri Kantor Perdana Menteri Thailand Thanadit Raktabutr.

Prioritas kerja sama dituangkan dalam Cetak Biru Implementasi 2027-2031. Tiga negara akan memperkuat sektor pertanian dan industri berbasis pertanian, pariwisata, serta produk dan layanan halal. Kerja sama juga diperluas ke bidang kecerdasan buatan (AI), transformasi digital, dan kesiapan menghadapi perubahan demografi yang memengaruhi tenaga kerja masa depan.

Indonesia juga mendorong pembangunan konektivitas yang lebih terintegrasi dengan rencana pemerintah daerah dan penguatan koridor pelabuhan strategis.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi mengatakan konektivitas harus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kita berkumpul tidak sekadar untuk membahas konektivitas fisik, melainkan untuk mereimajinasi konektivitas tersebut. Rantai pasok kawasan bukan lagi sekadar garis lurus di atas peta, melainkan ‘arteri hidup’ yang membuka peluang ekonomi riil bagi masyarakat subregional,” ujar Edi.

Dalam agenda 2027-2031, ketiga negara juga sepakat meningkatkan konektivitas lintas batas, digitalisasi dan interoperabilitas sistem perdagangan, efisiensi prosedur perbatasan, serta pengembangan koridor ekonomi dan jaringan multimoda.

Kerja sama kelapa sawit, ketahanan pangan, pengolahan hasil pertanian, riset, dan pertanian berkelanjutan juga akan diperkuat.

Kerja sama IMT-GT mencatat pertumbuhan perdagangan barang dari $708 miliar pada 2024 menjadi $810,8 miliar pada 2025. Investasi asing langsung meningkat dari $27,52 miliar menjadi $28,44 miliar.

Dalam rangkaian agenda, lebih dari 300 pelaku usaha dan investor dari Malaysia, Thailand, India, Jepang, dan Republik Korea mengikuti IMT-GT Business Forum and Business Matching untuk mendorong kesepakatan bisnis konkret.

Malaysia akan menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-33 pada 2027.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia, Malaysia, dan Singapura sepakat jaga Selat Malaka tetap aman dan terbuka


SUMBER:TRT Indonesia