ASIA
2 menit membaca
Presiden Prabowo instruksikan 11 kapal TNI AL cari rombongan jurnalis hilang di Selat Sunda
TNI AL bersama sejumlah unsur terkait mengerahkan armada untuk menyisir wilayah perairan yang menjadi lokasi pencarian. Berdasarkan laporan KSAL, sebanyak 11 kapal gabungan telah diterjunkan.
Presiden Prabowo instruksikan 11 kapal TNI AL cari rombongan jurnalis hilang di Selat Sunda
Pengerahan 11 armada tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan operasi dan menyisir wilayah perairan. / BPMI Setpres RI

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggelar operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Rombongan tersebut terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal yang berada di dalam sebuah speedboat. Mereka dilaporkan kehilangan kontak sejak Senin malam (7/9) saat berada di kawasan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Prabowo langsung meminta Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) mengambil langkah pencarian setelah menerima laporan mengenai hilangnya kontak rombongan tersebut.

“Sejak rombongan 5 jurnalis bersama 3 kru kapal dilaporkan hilang kontak, sejak Senin malam Presiden Prabowo memang sudah langsung menginstruksikan KSAL untuk segera melakukan pencarian, di hari itu juga TNI-AL langsung mengirim kapal-kapalnya,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, TNI AL bersama sejumlah unsur terkait mengerahkan armada untuk menyisir wilayah perairan yang menjadi lokasi pencarian. Berdasarkan laporan KSAL, sebanyak 11 kapal gabungan telah diterjunkan untuk mencari keberadaan delapan anggota rombongan tersebut.

“Sesuai laporan KSAL total ada 11 kapal gabungan yang langsung melakukan pencarian,” kata Teddy.

Sebelas kapal yang dikerahkan terdiri atas KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer 1-3-64, KAL Pohawang I-3-30, RBB Peucang Lanal Banten, RHIB SAR 02 Banten, RHIB SAR 02 Lampung, KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa-224, serta KP Sanjaya-7017.

Pengerahan sejumlah armada tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan operasi dan menyisir wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi terakhir rombongan sebelum kehilangan kontak. Hingga kini, keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut masih belum diketahui.

Kelima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari kantor berita Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudhis dari stasiun televisi iNews, Daus dari kantor berita Türkiye Anadolu Agency, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas. Sementara tiga orang lainnya merupakan kru kapal.

TerkaitTRT Indonesia - SAR perluas pencarian 5 jurnalis yang hilang di perairan Anak Krakatau
SUMBER:TRT Indonesia