TNI Angkatan Laut menyiapkan skema pengawalan ketat bagi kapal induk pertama Indonesia, ITS Giuseppe Garibaldi, saat memasuki wilayah strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I. Pengamanan ini menjadi bagian dari prosedur transisi pelayaran internasional menuju perairan nasional sebelum kapal tersebut bersandar di Tanjung Priok, Jakarta.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan bahwa pengawalan akan dilakukan secara berlapis begitu kapal buatan Fincantieri, Italia itu memasuki zona ALKI I.
“Garibaldi sendiri nanti akan dikawal kapal fregat TNI AL saat memasuki perairan ALKI I,” ujar Tunggul saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Ia menambahkan bahwa pengamanan tidak berhenti di titik masuk saja, melainkan berlanjut hingga kapal induk tersebut tiba di pelabuhan tujuan akhir di ibu kota.

Menurut Tunggul, saat ini kapal tersebut masih berada dalam perjalanan menuju Indonesia setelah sebelumnya sempat bersandar di Sri Lanka. Selama melintasi perairan negara lain, pengawalan juga tetap dilakukan oleh Angkatan Laut Italia sebagai bagian dari prosedur internasional pelayaran militer.
Begitu memasuki wilayah Indonesia, pola pengamanan akan ditingkatkan dengan keterlibatan unsur tambahan dari TNI AL.
“Akan ada pengawalan minimal dua KRI Frigate Indonesia dan pesawat udara Pusat Penerbang AL (Puspenerbal) pada saat memasuki perairan Indonesia, sekaligus unsur udara mencoba on board di Garibaldi,” ucap dia.
Tunggul juga memastikan kapal induk tersebut diperkirakan tiba di Jakarta pada 17 September 2026.





















