Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) mendorong peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Portugal melalui perluasan kerja sama di berbagai bidang strategis, meliputi sektor ekonomi, maritim, pendidikan, serta hubungan antarparlemen.
Langkah ini ditegaskan oleh anggota DPR RI, Nurul Arifin, usai menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Portugal untuk Indonesia, Maria Gabriela Vieira Soares de Albergaria, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/9).
Nurul menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas berbagai potensi kerja sama ekonomi sekaligus merefleksikan keikatan sejarah antara kedua negara. Latar belakang Dubes Albergaria yang lahir di Dili—ibu kota Timor-Leste—menjadi salah satu aspek historis unik yang turut mewarnai hubungan kedua belah pihak.
"Kami baru saja membahas hubungan kedua negara, baik hubungan bilateral maupun ekonomi, sektor apa saja yang bisa kita kerjakan bersama, serta konteks sejarah di masa lalu," ujar Nurul.
Diplomasi parlemen dan perlindungan WNI
Selain peningkatan kerja sama di tingkat eksekutif, Nurul menyoroti pentingnya diplomasi antarparlemen sebagai sarana strategis untuk memperdalam dialog politik serta memperkuat kemitraan yang telah terjalin.
Pertemuan tersebut secara khusus juga membahas isu maritim, terutama terkait perlindungan dan keberadaan Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal-kapal berbendera Portugal. Di bidang pendidikan, diskusi berfokus pada peluang pengembangan bagi mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di Portugal, khususnya pada disiplin ilmu teknik dan hukum.
Meskipun jarak geografis dan waktu tempuh yang panjang menjadi tantangan tersendiri dalam interaksi kedua negara, Nurul menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh menjadi penghambat ekspansi kerja sama global. Menurutnya, Indonesia harus terus merangkul banyak negara sahabat untuk memperkuat posisi diplomasi di kancah internasional.
"Yang terpenting adalah, dalam skala global, kita menjalin persahabatan dengan banyak negara," tegasnya.






















