Ekspor Türkiye ke kawasan Asia-Pasifik sepanjang delapan bulan pertama tahun ini, seiring peningkatan signifikan perdagangan Ankara ke kawasan. Menurut data laporan, Indonesia menjadi salah satu tujuan utama produk Türkiye.
Data Majelis Eksportir Türkiye (TIM) menunjukkan ekspor ke Asia-Pasifik melonjak 18,6 persen secara tahunan menjadi $5,7 miliar, melampaui pertumbuhan ekspor global Türkiye yang naik 4 persen menjadi $185 miliar pada periode yang sama. Ekspor ke Indonesia sendiri mencatat nilai impor sebesar $365,5 juta atau naik 15,2 persen.
Selain Indonesia, sejumlah negara utama di Asia Timur seperti China, Korea Selatan, dan Jepang tetap mendominasi serapan produk Türkiye.
China tercatat sebagai pasar terbesar dengan nilai ekspor mencapai $2,5 miliar atau meningkat 35,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Korea Selatan menyusul dengan $480,2 juta (naik 15,8 persen), diikuti Jepang sebesar $423,8 juta (tumbuh 11,8 persen). Selain itu, ekspor ke Pakistan mencapai $361,6 juta dengan kenaikan 2,2 persen.

Secara keseluruhan, empat pasar utama Türkiye di Asia-Pasifik—China, Korea Selatan, Jepang, dan Indonesia—menyumbang total $3,8 miliar dalam periode Januari hingga Agustus.
Di sisi lain, lonjakan paling tajam justru terjadi di pasar yang lebih kecil. Singapura mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 154,2 persen menjadi $324,5 juta. Kinerja ini diikuti Brunei yang melonjak 147,6 persen menjadi sekitar $3,1 juta, serta Laos dan Kamboja yang masing-masing tumbuh 82,7 persen ($5,8 juta) dan 49,1 persen ($22,2 juta).
Menurut laporan tersebut, ekspor Türkiye meningkat ke 14 negara di kawasan Asia-Pasifik, sementara mengalami penurunan di enam negara lainnya.
Dari sisi komoditas, produk pertambangan menjadi pendorong utama dengan nilai ekspor mencapai $1,72 miliar setelah tumbuh 39,1 persen. Produk kimia dan turunannya menyusul dengan $983,9 juta, sementara tekstil dan bahan baku mencatat $408,3 juta.
Berdasarkan wilayah asal, Istanbul menjadi kontributor terbesar ekspor Türkiye ke Asia-Pasifik dengan nilai $4,1 miliar. Ankara menyusul dengan $1,3 miliar, diikuti Izmir sebesar $366,1 juta, Elazig $202,8 juta, dan Kocaeli sebesar $192 juta.

















