ASIA
2 menit membaca
Pergantian Menkeu Indonesia soroti transisi kebijakan dan tantangan fiskal
Kenaikan harga minyak dunia juga berpotensi meningkatkan beban subsidi pemerintah, sementara rupiah berada di dekat level terendah terhadap dolar AS.
Pergantian Menkeu Indonesia soroti transisi kebijakan dan tantangan fiskal
Kementerian Keuangan Republik Indonesia menggelar acara Serah Terima Jabatan, di Jakarta pada Selasa (15/9). / Dok. Kemenkeu RI

Presiden Prabowo Subianto mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan wakilnya, Suahasil Nazara, dalam pergantian yang menjadi perhatian investor di tengah kekhawatiran terhadap arah kebijakan fiskal Indonesia. Suahasil merupakan menteri keuangan ketiga di bawah pemerintahan Prabowo dalam waktu kurang dari dua tahun.

Suahasil dikenal sebagai teknokrat yang telah menjabat wakil menteri keuangan sejak 2019 dan sebelumnya memimpin Badan Kebijakan Fiskal pada 2016–2019. Sejumlah analis menilai pengangkatannya dapat memberikan kepastian yang lebih besar bagi kebijakan ekonomi dan fiskal Indonesia.

Dalam pernyataan pertamanya sebagai menteri, Suahasil berjanji menjaga kredibilitas APBN sekaligus tetap mendukung program prioritas pemerintahan Prabowo. Ia juga menegaskan komitmen untuk mempertahankan defisit anggaran di bawah batas 3 persen dari produk domestik bruto sesuai ketentuan yang berlaku.

Pergantian tersebut terjadi setelah masa jabatan Purbaya selama sekitar satu tahun. Di bawah kepemimpinannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai level tertinggi dalam tiga tahun, tetapi periode yang sama juga ditandai pelebaran defisit anggaran serta penurunan prospek peringkat kredit Indonesia oleh Fitch dan Moody's.

Transisi kebijakan ekonomi

Suahasil kini menghadapi sejumlah tantangan, termasuk menentukan keberlanjutan kebijakan Purbaya terkait pengelolaan dana cadangan pemerintah yang ditempatkan di bank-bank komersial milik negara. Kenaikan harga minyak dunia juga berpotensi meningkatkan beban subsidi pemerintah, sementara rupiah berada di dekat level terendah terhadap dolar AS.

Sejumlah analis juga mengingatkan bahwa pergantian menteri belum tentu mengubah arah kebijakan fiskal secara mendasar. Kebijakan tetap akan banyak ditentukan oleh keputusan presiden mengenai anggaran dan perlu menyeimbangkan target pertumbuhan ekonomi dengan upaya mempertahankan kredibilitas fiskal.

Pengangkatan Suahasil berlangsung sekitar enam minggu setelah perubahan lain di lingkaran kebijakan ekonomi Indonesia. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengundurkan diri secara mendadak pada Juli dan kemudian digantikan oleh Deputi Gubernur BI Destry Damayanti setelah mendapat dukungan parlemen.

Suahasil sebelumnya bekerja bersama mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selama bertahun-tahun. 

Pengalaman Suahasil sebagai teknokrat dan pejabat Kementerian Keuangan dinilai dapat membantu menjaga kesinambungan serta kredibilitas kebijakan fiskal Indonesia. Pergantian tersebut juga dinilai dapat memberikan kepastian bagi pelaku pasar, khususnya di tengah perhatian terhadap arah kebijakan fiskal dan kondisi pasar keuangan Indonesia.

TerkaitTRT Indonesia - Pasar stabil meski pergantian mendadak Menkeu, Suahasil tegaskan jaga kredibilitas APBN

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi