DUNIA
2 menit membaca
Indonesia kerahkan KRI Rumah Sakit untuk misi kemanusiaan ke 4 negara Pasifik Selatan
TNI AL mengatakan bahwa KRI akan berlayar dengan rute mencakup Jakarta, Sorong, Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomon, Papua Nugini, Wanam, Sorong.
Indonesia kerahkan KRI Rumah Sakit untuk misi kemanusiaan ke 4 negara Pasifik Selatan
Misi 60 hari ini akan memperkuat kerjasama lintas sektor dan diplomasi maritim dengan negara-negara Pasifik Selatan. /Foto: TNI AL

Indonesia mengerahkan kapal rumah sakit TNI Angkatan Laut, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991, untuk menjalankan operasi militer selain perang (OMSP) berupa misi kemanusiaan dan diplomasi ke empat negara di Pasifik Selatan, Senin (14/9).

TNI AL bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenkopolkam RI) resmi memberangkatkan Pelayaran Satgas Port Visit 2026 menandai upaya terbaru Indonesia memperluas peran diplomasi maritimnya, dengan fokus pada bantuan kesehatan dan penguatan hubungan antarnegara di kawasan Pasifik Selatan. 

Misi ini diberangkatkan dari Dermaga 106 Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan akan menjangkau Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomon, serta Papua Nugini. Program tersebut mengusung tema “Health, Humanity, and Diplomacy” dengan semangat “Bridging Nations, Serving Humanity”. 

Selain sebagai operasi kemanusiaan, pelayaran ini juga diarahkan untuk membangun kepercayaan dan memperluas kerja sama lintas sektor, mulai dari kemaritiman hingga pendidikan.

TerkaitTRT Indonesia - TNI AL kerahkan tiga kapal rumah sakit untuk misi bantuan Gaza

Keberangkatan satgas dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto serta Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya Edwin. 

Sebanyak 318 personel dilibatkan dalam operasi ini, terdiri dari unsur TNI, Polri, kementerian/lembaga, akademisi, mahasiswa, relawan, hingga jurnalis. Satgas dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto yang juga menjabat sebagai komandan kapal.

‘Strategi diplomasi terpadu’

Dalam setiap persinggahan, delegasi Indonesia dijadwalkan menjalankan berbagai kegiatan, termasuk layanan kesehatan dan bakti sosial, kunjungan kehormatan kepada pejabat setempat, interaksi budaya, serta kegiatan diplomatik seperti resepsi dan open ship. Aktivitas ini dirancang untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkenalkan Indonesia secara lebih dekat di kawasan tersebut.

Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan bahwa kehadiran kapal rumah sakit tersebut membawa pesan damai. 

“Kehadiran KRI WSH-991 membawa pesan bahwa Indonesia hadir di kawasan Pasifik bukan untuk menunjukkan kekuatan, melainkan menghadirkan kepedulian, membangun kepercayaan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut keterangan resmi TNI Al, Rute pelayaran akan mencakup Jakarta, Sorong, Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomon, Papua Nugini, Wanam, Sorong selama 60 hari. 

Pemerintah menilai misi ini sebagai bagian dari strategi diplomasi terpadu Indonesia untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus mendorong stabilitas dan kerja sama di kawasan Pasifik Selatan.

TerkaitTRT Indonesia - Menlu Sugiono kunjungi Australia dan Selandia Baru, perkuat diplomasi Asia-Pasifik
SUMBER:TRT Indonesia