Menteri Luar Negeri Sugiono resmi ditunjuk sebagai ketua delegasi Indonesia dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, usai pemerintah memastikan Presiden Prabowo Subianto tidak akan datang langsung menghadiri debat umum yang dijadwalkan berlangsung pada 22–26 September dan berlanjut pada 28 September.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang mengatakan Sugiono akan mengikuti rangkaian agenda tingkat tinggi pekan depan, termasuk Sesi Debat Umum dan berbagai pertemuan penting.
“Menteri Luar Negeri Sugiono akan menghadiri rangkaian pertemuan tingkat tinggi pada Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York,” ujarnya dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.
Ketidakhadiran Prabowo, menurut Kemlu, merupakan keputusan strategis untuk memprioritaskan agenda dalam negeri. “Presiden akan fokus pada urusan domestik, sehingga Menlu ditugaskan mewakili Indonesia,” kata Yvonne.
Selama forum berlangsung, Sugiono dijadwalkan menghadiri sedikitnya 22 pertemuan, mencakup forum multilateral seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan MIKTA, serta sejumlah pertemuan bilateral.
Dalam forum tersebut, Indonesia akan menekankan penguatan ketahanan nasional dan kawasan sebagai fondasi ketahanan global. Selain itu, Jakarta akan kembali menyuarakan komitmen terhadap perdamaian dunia, termasuk dukungan bagi kemerdekaan Palestina, serta memperkuat peran sebagai jembatan bagi kepentingan negara berkembang.
Kemlu juga menegaskan partisipasi Indonesia akan membawa pesan penguatan multikulturalisme dan inklusivitas, sekaligus dimanfaatkan untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030, antara lain melalui kegiatan diplomatik di sela-sela sidang.
Sidang ke-81 Majelis Umum PBB telah dibuka pada 8 September di New York dengan tema “Memulihkan kepercayaan, mengelola transformasi: PBB yang memberikan hasil bagi semua”.




























