Israel telah membunuh lima warga Palestina dan melukai beberapa orang lainnya dalam serangan terpisah di wilayah utara dan selatan Gaza dalam pelanggaran gencatan senjata lainnya, menurut sumber medis dan Kementerian Pendidikan Palestina.
Seorang sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Kamis bahwa Israel membunuh dua warga Palestina dan melukai lima lainnya dalam serangan yang menargetkan sekelompok warga sipil di dekat Rumah Sakit Al-Yemen Al-Saeed di kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara.
Korban diidentifikasi sebagai Abdullah Mohammed Saleh, 24, dan Ahmed Mohammed Saleh, 36, kata sumber tersebut.
Di Gaza selatan, sebuah drone Israel menjatuhkan bom di dekat bundaran Abu Hamid di bagian tengah Khan Younis, menewaskan seorang Palestina lainnya, menurut seorang sumber medis.
Sebelumnya pada hari Kamis, tentara Israel membunuh anak Palestina Ritaj Rayhan, siswi kelas tiga, di dalam ruang kelasnya di Sekolah Abu Ubaida bin al-Jarrah di Gaza utara, kata Kementerian Pendidikan Palestina.
Sebelumnya hari itu, Israel juga membunuh seorang Palestina lainnya, Youssef Khalil Mansour, 33, dalam serangan drone di kawasan Bardawil di Al-Mawasi, sebelah barat Rafah di Gaza selatan, demikian dikutip Anadolu dari seorang sumber medis.
Pelanggaran gencatan senjata
Sejak kesepakatan mulai berlaku, pasukan Israel telah melanggar gencatan senjata hampir setiap hari dengan penembakan artileri dan tembakan langsung, menewaskan 736 warga Palestina dan melukai 2.035 lainnya.
Gencatan senjata dicapai setelah dua tahun genosida yang dilancarkan oleh Israel di Gaza pada Oktober 2023, dengan dukungan AS.
Israel telah membunuh lebih dari 72.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 172.000 lainnya dalam genosida di enklave yang diblokade. Studi menunjukkan angka-angka ini mungkin merupakan perkiraan yang terlalu rendah, dengan total korban tewas mungkin sekitar 200.000.
Israel telah mengubah sebagian besar enklave menjadi reruntuhan dan mengungsikan seluruh populasi lebih dari 2 juta orangnya.













