DUNIA
2 menit membaca
Serangan drone di malam hari menghantam Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain di tengah perang di Timur Tengah
Kuwait mengatakan telah menangkis serangan rudal dan drone, Arab Saudi melaporkan menembak jatuh sebuah drone, dan Bahrain membunyikan sirine peringatan tiga kali saat ketegangan regional semakin memanas.
Serangan drone di malam hari menghantam Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain di tengah perang di Timur Tengah
Sebuah rudal Iran terbang menuju Israel di tengah perang AS-Israel terhadap Iran, dekat Hebron, pada 28 Maret 2026. / Arsip Reuters
2 jam yang lalu

Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain berada di bawah serangan misil dan drone sepanjang malam, menurut laporan pada dini hari Jumat.

Kuwait mengumumkan pada dini hari Jumat bahwa pihaknya telah menangkis serangan misil dan drone. Sementara itu, Arab Saudi mengatakan telah menghancurkan sebuah drone di wilayah udaranya, dan sirene berbunyi tiga kali semalaman di Bahrain, ketika perang AS-Israel terhadap Iran memasuki hari ke-35.

Militer Kuwait mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pertahanan udaranya telah mencegat serangan misil dan drone yang bersifat bermusuhan.

Pernyataan itu menambahkan bahwa ledakan yang terdengar merupakan akibat sistem pertahanan udara yang mencegat ancaman yang masuk, dan mengimbau warga untuk mengikuti instruksi keselamatan.

Dalam pernyataan terkait, Garda Nasional Kuwait membantah rumor yang beredar di media sosial tentang kemungkinan kebocoran radiasi.

Garda tersebut menegaskan bahwa bacaan radiasi di udara dan perairan teritorial tetap berada pada tingkat normal, dan mencatat bahwa tim khusus terus memantau situasi secara koordinasi dengan otoritas terkait untuk memastikan keselamatan publik serta bahwa sistem pemantauan radiasi beroperasi secara efisien 24 jam sehari.

Di Bahrain, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan bahwa sirene peringatan berbunyi tiga kali sejak dini hari Jumat.

Kementerian mendesak warga untuk menuju lokasi aman terdekat tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Sirene biasanya diaktifkan ketika potensi ancaman atau serangan terdeteksi.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang menargetkan kerajaan dalam beberapa jam terakhir, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

Perkembangan ini terjadi saat konflik regional meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.

Iran membalas dengan serangan drone dan misil yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur sekaligus mengganggu pasar global dan penerbangan.

SUMBER:TRT World & Agencies