DUNIA
2 menit membaca
Serangan Israel di selatan Lebanon tewaskan 4 orang, lukai 8 orang di tengah pelanggaran gencatan senjata
Serangan Israel menargetkan beberapa area di selatan Lebanon.
Serangan Israel di selatan Lebanon tewaskan 4 orang, lukai 8 orang di tengah pelanggaran gencatan senjata
Asap membubung dari kawasan tersebut menyusul serangan Israel di kota Yahmar al-Shakif dan Arnun di provinsi Nabatieh, Lebanon selatan. / AA

Empat orang tewas dan delapan lainnya luka-luka, termasuk dua tenaga medis, dalam serangan Israel di selatan Lebanon pada hari Senin meskipun gencatan senjata sedang berlangsung, menurut laporan media Lebanon.

Badan berita pemerintah NNA mengatakan dua orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam serangan udara di kota Ebba di Nabatieh.

Dalam insiden terpisah, serangan drone terhadap sebuah mobil di kota Haris di distrik Bint Jbeil menewaskan satu orang dan melukai saudaranya, kata badan itu.

NNA mengatakan serangan drone Israel juga menargetkan kota Yater di Bint Jbeil, menewaskan satu orang.

Dua tenaga medis terluka dalam serangan udara ganda Israel yang mengenai tim pertahanan sipil yang berafiliasi dengan Islamic Health Society di Toul, Nabatieh, saat mereka menanggapi serangan sebelumnya di kawasan itu, menurut NNA.

TerkaitAsap putih mengepul setelah serangan fosfor oleh Israel di selatan Lebanon - TRT Indonesia - TRT Indonesia

Pesawat tempur Israel juga menargetkan rumah mantan kepala pemerintahan kota di Sajd, sementara serangan lain dilaporkan di Kfar Rumman dan Safad al-Battikh. Tidak ada informasi korban yang segera tersedia dari lokasi-lokasi tersebut.

Menjelang serangan, juru bicara tentara Israel Avichay Adraee mengeluarkan peringatan evakuasi untuk sembilan kota di selatan dan timur Lebanon.

Dalam sebuah unggahan di X, Adraee mendesak penduduk Rihan, Jarjou, Kfar Rumman, Nmairiyeh, Arabsalim dan Harouf di Nabatieh, serta Jmayjmeh, Mashghara dan Qlayaa di timur Lebanon untuk meninggalkan daerah mereka, yang ia sebut sebagai infrastruktur Hezbollah di kota-kota tersebut.

Tentara Israel terus melakukan serangan harian di Lebanon dan bertukar tembakan dengan Hezbollah meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak 17 April, yang kemudian diperpanjang hingga pertengahan Mei.

Sejak 2 Maret, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan 2.846 orang, melukai 8.693 dan menggusur lebih dari 1 juta orang, menurut angka resmi terbaru.

Peningkatan kekerasan ini terjadi sementara Amerika Serikat bersiap menjadi tuan rumah pembicaraan perdamaian antara kedua negara di Washington pada 14–15 Mei.

TerkaitTRT Indonesia - Israel bunuh empat orang di selatan Lebanon dalam pelanggaran terbaru gencatan senjata yang diperpanjang
SUMBER:TRT World & Agencies