Infeksi hantavirus dikonfirmasi muncul di Prancis dan Amerika Serikat pada penumpang kapal ekspedisi MV Hondius yang telah dipulangkan, kata pejabat kesehatan pada Senin. Lebih dari 20 negara kini memberlakukan langkah karantina terhadap para pelancong yang terkait dengan wabah tersebut.
Seorang perempuan asal Prancis yang dievakuasi ke Paris pada Minggu dinyatakan positif terinfeksi strain Andes dari hantavirus setelah mengalami gejala saat penerbangan repatriasi dari Tenerife, Spanyol, kata Menteri Kesehatan Prancis Stéphanie Rist. Ia termasuk dalam lima penumpang asal Prancis yang dipulangkan dari pulau tempat kapal bersandar setelah berminggu-minggu berlayar.
Pejabat kesehatan Amerika Serikat secara terpisah juga mengonfirmasi bahwa satu dari 17 warga AS yang diterbangkan ke University of Nebraska Medical Center di Omaha dinyatakan positif, namun belum menunjukkan gejala.
Sejauh ini wabah tersebut telah menyebabkan delapan kasus, termasuk tiga kematian, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Korban meninggal terdiri dari pasangan suami istri asal Belanda dan seorang perempuan asal Jerman.
WHO menyebut virus yang terlibat merupakan strain Andes dari hantavirus, satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia, biasanya melalui kontak dekat berkepanjangan dengan orang yang terinfeksi.
MV Hondius, kapal ekspedisi berbendera Belanda yang membawa 147 penumpang dan kru dari 23 negara, berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April untuk pelayaran di Atlantik Selatan yang mencakup Antartika, Pulau Georgia Selatan, Tristan da Cunha, Saint Helena, dan Pulau Ascension.
WHO mengatakan dua penumpang yang kemudian meninggal sempat melakukan perjalanan melalui Argentina, Chile, dan Uruguay sebelum naik kapal. Penyelidik masih berupaya menentukan lokasi pasti paparan virus terjadi.
Para penumpang dengan perlengkapan medis pelindung turun di Tenerife sebelum menaiki penerbangan charter yang disiapkan pemerintah masing-masing negara.

Langkah karantina berbeda-beda
Pemerintah di berbagai negara mengambil pendekatan yang berbeda terhadap penumpang yang pulang, mulai dari isolasi mandiri dengan pemantauan hingga karantina wajib di fasilitas medis khusus.
WHO merekomendasikan masa pemantauan selama 42 hari dengan pengawasan gejala aktif. Namun, lembaga itu menyebut karantina dapat dilakukan baik di fasilitas khusus maupun melalui isolasi mandiri yang diawasi.
Australia mengumumkan enam orang dari kapal tersebut — empat warga Australia, satu penduduk tetap, dan satu warga Selandia Baru — akan ditempatkan di fasilitas karantina di utara Perth setidaknya selama tiga pekan. Menteri Kesehatan Mark Butler mengatakan keputusan itu diambil karena lamanya penerbangan repatriasi dari Tenerife.
Di Amerika Serikat, pejabat kesehatan federal mengatakan penumpang yang tiba di Nebraska akan menjalani pemeriksaan medis terlebih dahulu sebelum diputuskan bentuk pemantauan di tingkat negara bagian. Beberapa warga AS diketahui sudah kembali lebih dulu sebelum wabah teridentifikasi setelah turun di Saint Helena, sehingga pemantauan kini dilakukan di sejumlah negara bagian seperti Arizona, Virginia, California, dan Georgia.
Inggris mengatakan penumpang yang kembali akan menjalani tes medis di Rumah Sakit Arrowe Park dekat Liverpool. Sementara Yunani dan Spanyol mengumumkan karantina rumah sakit wajib bagi warga yang dipulangkan.
Prancis menempatkan seluruh lima warganya yang dievakuasi dalam isolasi ketat setibanya di negara itu.
Filipina mengatakan 38 kru asal negaranya akan menjalani karantina di Rotterdam sebelum dipulangkan. India juga menyebut dua kru yang dievakuasi masih tanpa gejala di Belanda.
WHO: risiko bagi publik tetap rendah
WHO mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan otoritas kesehatan di negara-negara terdampak melalui kerangka International Health Regulations untuk mendukung pelacakan kontak dan pemantauan kasus.
Lembaga tersebut saat ini menilai risiko kesehatan masyarakat global masih rendah.
WHO, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), dan European Centre for Disease Prevention and Control menyatakan belum ada pengobatan antivirus berlisensi untuk infeksi hantavirus. Perawatan utama masih berupa penanganan suportif di rumah sakit.
WHO juga mengatakan kapal tersebut harus menjalani inspeksi tikus, disinfeksi, dan pengendalian hama sebelum kembali beroperasi.
“Ini bukan COVID-19 berikutnya, dan risiko bagi masyarakat rendah,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Apa kata para ahli?
Para ilmuwan yang memantau wabah ini mengingatkan agar situasi tersebut tidak dibandingkan dengan fase awal pandemi COVID-19, meski mereka mengakui hantavirus masih relatif kurang dipelajari.
Direktur Center for Infectious Disease Research and Policy Universitas Minnesota, Michael Osterholm, mengatakan wabah tersebut tampaknya tidak memiliki risiko setingkat pandemi karena penularannya masih terbatas.
“Ini bukan pandemi berikutnya,” kata Osterholm kepada STAT News.
Epidemiolog Harvard Bill Hanage mengatakan virus itu tidak memiliki salah satu karakteristik utama yang biasanya memicu wabah besar, yakni penularan yang efisien sebelum gejala muncul.
“Kemampuan menular antarmanusia itulah yang menentukan potensi pandemi,” ujar Hanage.
Spesialis penyakit menular sekaligus kontributor medis CBS News, Dr. Celine Gounder, mengatakan penyelidik masih meneliti kemungkinan penumpang terpapar virus melalui kontak lingkungan dengan tikus saat wisata darat, bukan karena penularan berkelanjutan di atas kapal.
Ahli ekologi penyakit dari Virginia Tech, Luis Escobar, mengatakan wabah tersebut menyoroti lemahnya pengawasan dan riset penyakit zoonosis secara global.
Hantavirus umumnya menyebar melalui kontak dengan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Wabah pada manusia tergolong jarang, namun strain Andes yang ditemukan dalam kasus MV Hondius memiliki tingkat kematian tinggi pada kasus berat.
Hingga kini belum ada vaksin maupun terapi antivirus yang disetujui untuk hantavirus. Otoritas kesehatan kini fokus memantau penumpang yang telah kembali ke berbagai negara selama masa inkubasi virus berlangsung.


















