Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperluas perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta membuka jalur kerja yang lebih aman di Türkiye, terutama di sektor pariwisata yang terus berkembang pesat.
Dalam kunjungan kerja ke Fethiye pada Sabtu (2/5), Duta Besar RI untuk Türkiye. Achmad Rizal Purnama, menyoroti meningkatnya kebutuhan tenaga kerja asing di berbagai sektor, mulai dari pelayanan, manufaktur, konstruksi, jasa, hingga industri penunjang pariwisata.
Dubes RI juga menggelar pertemuan dengan CEO Orka Sunlife Resort Hotel, Ugur Serindag, serta CEO Working Global, Ferhat Sahin. Diskusi berfokus pada perluasan penempatan PMI melalui mekanisme resmi yang dinilai lebih aman serta memberikan perlindungan tenaga kerja yang lebih kuat.
“Kami sangat terkesan dengan kinerja pekerja Indonesia dan berharap dapat menerima lebih banyak pekerja dari Indonesia pada tahun depan,” ujar Ugur Serindag.
Selain pertemuan dengan pihak perusahaan, Dubes RI juga berdialog langsung dengan sekitar 40 PMI yang bekerja di Orka Sunlife Resort Hotel. Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk mendengar pengalaman mereka sekaligus memastikan kondisi kerja di lapangan.

Jaminan sosial pekerja asing
Sektor pelayanan menjadi salah satu pintu utama bagi PMI di Türkiye, khususnya di destinasi wisata seperti Fethiye, Antalya, Mugla, Bodrum, dan Istanbul. Posisi yang banyak dibutuhkan meliputi housekeeping, spa therapist, waiter/waitress, kitchen staff, cleaning service, hingga berbagai pekerjaan hotel lainnya.
Dari sisi ketenagakerjaan, pekerja asing legal di Türkiye memperoleh hak yang setara dengan tenaga kerja lokal, termasuk kontrak kerja, upah minimum, jam kerja, lembur, cuti, jaminan sosial, serta perlindungan kesehatan.
Sementara itu, data KP2MI menunjukkan penempatan PMI ke Türkiye pada 2025 melonjak 151,36 persen dibanding tahun sebelumnya. Kementerian Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Türkiye juga mencatat 13.781 WNI saat ini memiliki izin kerja aktif, menempatkan Indonesia di posisi ketujuh pekerja asing terbesar di negara tersebut.
Pemerintah menekankan pentingnya penggunaan jalur resmi. KBRI Ankara juga mengingatkan bahwa sejumlah pekerjaan di sektor hospitality bersifat musiman, sekitar delapan bulan, sehingga calon pekerja perlu mempersiapkan dokumen secara rinci.













