ASIA
2 menit membaca
16 tewas dalam tabrakan bus ALS dan truk tangki di Sumatera Selatan
Sedikitnya 16 orang tewas setelah bus ALS bertabrakan dengan truk tangki BBM di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Kecelakaan memicu kebakaran besar yang melalap kedua kendaraan.
16 tewas dalam tabrakan bus ALS dan truk tangki di Sumatera Selatan
10 dari 16 korban tewas telah berhasil teridentifikasi.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 12.39 WIB itu memicu kebakaran besar yang melalap kedua kendaraan dan menyebabkan sebagian besar korban meninggal dalam kondisi hangus terbakar.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Musi Rawas Utara, korban tewas terdiri dari 14 penumpang bus ALS serta sopir dan kenek truk tangki.

Insiden bermula ketika bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru mengalami percikan api yang diduga berasal dari gangguan teknis mesin saat melintasi kawasan Simpang Danau dekat Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya.

Sopir bus disebut berupaya menghindari kebakaran dengan mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan. Namun, manuver tersebut membuat bus masuk ke jalur berlawanan tepat ketika truk tangki BBM melaju dari arah Utara atau Rupit.

Karena jarak yang terlalu dekat, tabrakan frontal tidak dapat dihindari.

Benturan keras menyebabkan bagian depan kedua kendaraan ringsek parah sebelum api dengan cepat membesar akibat tumpahan bahan bakar dari truk tangki. Kobaran api kemudian melalap seluruh badan bus beserta penumpang di dalamnya. Sebuah sepeda motor di sekitar lokasi juga dilaporkan ikut terbakar.

“Kami mencatat total 16 korban meninggal dunia dalam insiden ini,” kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Musi Rawas Utara, Mugono.

Empat orang dilaporkan selamat dari kecelakaan tersebut. Tiga di antaranya mengalami luka bakar serius, sementara satu korban lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban selamat saat ini menjalani perawatan di Puskesmas Karang Jaya.

Petugas gabungan dari BPBD, kepolisian, dinas pemadam kebakaran, dan sejumlah instansi terkait dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban dan penanganan darurat.

Proses evakuasi berlangsung sulit karena petugas harus bekerja di tengah asap tebal serta kondisi kendaraan yang rusak berat dengan risiko ledakan lanjutan.

Saat ini, penyidik Satlantas Polres Muratara bersama Ditlantas Polda Sumsel masih mendalami penyebab pasti serta unsur kelalaian dalam tragedi ini.

Sebanyak 10 jenazah telah berhasil teridentifikasi dan enam korban lainnya hingga kini masih dalam proses identifikasi lebih lanjut oleh Tim DVI Polri, karena luka bakar yang mencapai hampir seluruh bagian tubuh.

SUMBER:TRT Indonesia