DUNIA
2 menit membaca
Indonesia serukan de-eskalasi setelah serangan drone ke fasilitas minyak Fujairah
Pemerintah Indonesia menilai bahwa meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah tidak hanya berdampak pada negara-negara di sekitar wilayah konflik, tetapi juga dapat memengaruhi keamanan energi dunia secara keseluruhan.
Indonesia serukan de-eskalasi setelah serangan drone ke fasilitas minyak Fujairah
Api dan asap membubung dari sebuah fasilitas minyak di Fujairah, Uni Emirat Arab, Sabtu, 14 Maret 2026. / AP

Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas laporan serangan rudal dan drone yang menyasar fasilitas minyak di Fujairah, Uni Emirat Arab, dan memperingatkan bahwa insiden tersebut berpotensi memperburuk situasi keamanan kawasan serta mengganggu stabilitas pasokan energi global.

Dalam pernyataan resmi pada Rabu, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi sipil dapat memicu eskalasi lebih luas, melemahkan implementasi gencatan senjata, serta menciptakan dampak yang meluas terhadap rantai pasok energi internasional.

Pemerintah Indonesia menilai bahwa meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah tidak hanya berdampak pada negara-negara di sekitar wilayah konflik, tetapi juga dapat memengaruhi keamanan energi dunia secara keseluruhan.

Jakarta juga menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai upaya de-eskalasi dan membuka ruang dialog sebagai jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan serta stabilitas regional.

“Kami siap mendukung upaya-upaya yang bertujuan untuk meredakan ketegangan dan mendorong dialog demi tercapainya perdamaian dan stabilitas yang langgeng di kawasan ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Ketegangan kawasan Teluk

Di tengah situasi yang berkembang, pemerintah mengimbau warga negara Indonesia yang berada di Uni Emirat Arab untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti arahan otoritas setempat serta perwakilan diplomatik Indonesia, termasuk Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi dan Konsulat Jenderal RI di Dubai.

Sebelumnya, Kantor Media Fujairah melaporkan kebakaran besar terjadi di kawasan Zona Industri Minyak pada Senin setelah fasilitas tersebut dilaporkan menjadi target serangan drone. Otoritas setempat menyebut tiga warga negara India mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Sementara itu, pihak Iran membantah keterlibatan dalam serangan tersebut. Media pemerintah Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), mengutip juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak melakukan operasi rudal maupun drone terhadap UAE dalam beberapa hari terakhir.

Serangan terhadap fasilitas minyak Fujairah kembali menyoroti lemahnya situasi keamanan di kawasan Teluk, di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa gangguan terhadap infrastruktur energi strategis dapat berdampak langsung pada pasar energi global dan stabilitas ekonomi internasional.

TerkaitTRT Indonesia - Serangan drone malam hari menargetkan Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain di tengah konflik Timur Tengah

SUMBER:TRT Indonesia