DUNIA
2 menit membaca
Korea Selatan akan selidiki soal kebakaran kapalnya di Hormuz, Trump tuduh keterlibatan Iran
Kapal kargo berbendera Panama yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran asal Korea Selatan HMM dalam keadaan kosong dan sedang berlabuh saat terjadi ledakan dan kebakaran pada hari Senin.
Korea Selatan akan selidiki soal kebakaran kapalnya di Hormuz, Trump tuduh keterlibatan Iran
[FILE] Kapal-kapal di Selat Hormuz dekat Bandar Abbas, Iran, 4 Mei 2026. / Reuters

Seoul mengatakan pada hari Selasa (5/5) bahwa pihak berwenang akan menyelidiki penyebab ledakan dan kebakaran pada sebuah kapal yang dioperasikan oleh Korea Selatan di Selat Hormuz, dalam insiden yang Presiden AS Donald Trump menuduh sebagai serangan Iran.

"Penyebab pasti kecelakaan akan diketahui setelah kapal tersebut ditarik dan kerusakannya dinilai," kata Kementerian Luar Negeri Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.

Kapal kargo berbendera Panama yang dioperasikan oleh pengirim Korea Selatan HMM itu sedang kosong dan berlabuh ketika ledakan dan kebakaran terjadi pada hari Senin.

Kementerian mengatakan tidak ada korban jiwa dan kebakaran telah dipadamkan. Kapal yang bernama HMM Namu itu akan ditarik ke pelabuhan terdekat agar kerusakannya dapat dinilai dan perbaikan dilakukan, kata kementerian.

Juru bicara HMM mengatakan 24 awak kapal tetap berada di atas kapal kargo umum berbobot 35.000 ton itu.

Kebakaran bermula di ruang mesin dan rekaman kamera pengawas menunjukkan api telah dipadamkan, kata juru bicara.

Kelompok manajemen risiko maritim Inggris Vanguard mengatakan pihak berwenang akan menyelidiki apakah kerusakan mungkin disebabkan oleh serangan, ranjau laut yang hanyut, atau objek eksternal lain.

Menanggapi insiden tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka telah meminta kapal-kapal Korea di kawasan itu untuk pindah ke lokasi yang lebih aman dan mengatakan pihak berwenang berada dalam komunikasi erat dengan perusahaan pelayaran dan kapal-kapal yang terdampar.

Pemerintah Korea Selatan mengatakan 26 kapal berbendera Korea Selatan terdampar di sekitar Selat Hormuz.

Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump mengatakan Iran telah menembaki kapal itu dan target lain saat AS meluncurkan operasi yang bertujuan membuka Selat Hormuz bagi pelayaran.

Dia menyarankan mungkin sudah waktunya bagi Korea Selatan untuk bergabung dengan upayanya yang baru untuk membantu mengarahkan kapal-kapal yang terdampar melalui jalur perairan yang biasanya digunakan untuk mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia itu.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Kementerian Pertahanan, dan kantor kepresidenan tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait unggahan Trump.

Korea Selatan sebelumnya mengatakan akan mempertimbangkan dengan cermat ajakan Trump agar negara-negara mengerahkan kapal angkatan laut untuk membentuk koalisi guna menjamin keselamatan pelayaran melalui jalur perairan tersebut, sembari menekankan bahwa langkah semacam itu memerlukan persetujuan legislatif.

TerkaitTRT Indonesia - AS luncurkan 'Proyek Kebebasan' untuk kawal kapal-kapal netral dari Selat Hormuz
SUMBER:TRT World & Agencies