Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu muncul di hadapan pengadilan distrik di Tel Aviv pada hari Rabu (6/5) untuk ke-84 kalinya dalam persidangan korupsi yang sedang berlangsung.
Menurut situs berita Israel Walla, sidang hari Rabu bisa menjadi sesi terakhir terkait Kasus 4000 sebelum pengadilan beralih memeriksa Kasus 2000.
Netanyahu berulang kali membantah melakukan kesalahan dan menggambarkan dakwaan itu bermotif politik.
Kasus-kasus tersebut, yang dikenal sebagai "1000", "2000", dan "4000", berpusat pada dugaan bahwa Netanyahu menerima hadiah berharga dari pengusaha kaya sebagai imbalan atas jasa, meminta pemberitaan yang menguntungkan dari seorang penerbit surat kabar, dan memberikan keuntungan regulasi kepada seorang eksekutif telekomunikasi sebagai imbalan atas liputan positif di sebuah situs berita.
Selain persidangan korupsi dalam negeri, sejak 2024 Netanyahu dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza, di mana tentara Israel telah menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai lebih dari 172.000 lainnya dalam ofensif yang brutal sejak Oktober 2023.












